Pintasan.co – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat secara umum berjalan lancar dengan tren angka kecelakaan yang menurun.
Namun, kepadatan lalu lintas sempat terjadi di sejumlah ruas tol akibat melesetnya prediksi gelombang pemudik.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026). Ia menjelaskan, kondisi lalu lintas selama periode mudik relatif terkendali meskipun sempat terjadi lonjakan kendaraan pada waktu tertentu.
Menurutnya, sebelumnya arus mudik diperkirakan terbagi dalam dua gelombang, yakni pada akhir pekan Sabtu-Minggu dan gelombang berikutnya pada Selasa-Rabu. Namun, pola pergerakan masyarakat di lapangan ternyata tidak sesuai dengan prediksi tersebut.
“Jadi Sabtu-Minggu tidak diambil untuk mudik, sehingga datangnya sekaligus dan akhirnya terjadi kepadatan,” katanya.
Dedi mengungkapkan, banyak pemudik memilih berangkat setelah masa libur resmi dimulai pada Selasa. Hal ini menyebabkan penumpukan kendaraan dalam waktu bersamaan yang berdampak pada kemacetan, khususnya di ruas tol saat puncak arus mudik.
Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan masih dapat diatasi oleh petugas di lapangan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memantau situasi lalu lintas serta melakukan berbagai langkah penanganan untuk menjaga kelancaran arus mudik.
Secara keseluruhan, Dedi menilai pelaksanaan mudik tahun ini berjalan cukup baik, dengan pengendalian lalu lintas yang efektif serta penurunan angka kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya.
