Pintasan.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya telah mulai mengambil langkah strategis untuk menguasai Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik dengan Iran. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah wawancara pada Minggu (29/3) dengan media Israel.
Saat ditanya mengenai kemampuan Amerika Serikat dalam mengendalikan jalur pelayaran vital tersebut, Trump menegaskan langkah itu sudah berjalan.
“Ya, tentu saja. Itu sudah terjadi.”
Ia juga menyoroti hubungan erat antara Washington dan Tel Aviv dalam menghadapi Iran, termasuk koordinasi intensif dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Koordinasi kami sangat erat. Kami memiliki hubungan yang baik. Tak bisa lebih baik lagi,” katanya.
Trump turut menyampaikan keyakinannya bahwa Iran berada dalam posisi tertekan dan cenderung menginginkan kesepakatan untuk meredakan konflik.
“Saya pikir mereka sangat ingin melakukannya. Siapa pun akan menginginkan kesepakatan jika Anda sedang dihancurkan, bukan?” ujarnya.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah lokasi yang menampung aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, seperti di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, yang menjadi lintasan utama distribusi minyak global. Penguasaan wilayah ini dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan internasional secara luas.
