Pintasan.co, Jakarta – Direktur Eksekutif Ekologika Berdaya, Robi Prastio, S.E., mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan kawasan hutan yang mengalami kerusakan di Pulau Sumatra. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya dukung lingkungan, mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, serta menjaga keseimbangan ekosistem.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (17/5/2026), Robi menilai berbagai peristiwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dalam beberapa tahun terakhir harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

Menurutnya, banjir dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari tingginya curah huan, tata ruang wilayah, kapasitas drainase, perubahan penggunaan lahan, hingga kondisi kawasan hutan yang terus mengalami tekanan.

“Berkurangnya tutupan hutan di sejumlah kawasan dapat meningkatkan kerentanan wilayah terhadap dampak bencana. Karena itu pemulihan lingkungan harus menjadi prioritas bersama,” ujar Robi Prastio.

Ia menjelaskan, hutan memiliki fungsi vital sebagai penyangga kehidupan. Selain menjadi habitat keanekaragaman hayati, kawasan hutan juga berperan penting dalam menjaga daerah resapan air, mengurangi aliran permukaan, mengendalikan erosi, serta menjaga stabilitas daerah aliran sungai (DAS).

Robi menegaskan, pemulihan kawasan hutan tidak dapat dipandang sebagai program jangka pendek semata, melainkan harus menjadi agenda pembangunan jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak.

“Kita tidak dapat hanya fokus pada penanganan setelah bencana terjadi, tetapi juga perlu memperkuat langkah pencegahan. Rehabilitasi kawasan hutan, perlindungan daerah tangkapan air, pengawasan terhadap alih fungsi lahan, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Ekologika Berdaya juga menilai pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan seharusnya berjalan beriringan. Menurut Robi, pembangunan berkelanjutan tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan keseimbangan ekologi.

Ia menyebut kebijakan yang memperkuat perlindungan lingkungan akan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun keselamatan masyarakat.

Baca Juga :  TNI dan Polri Akhirnya Minta Maaf ke Tukang Es Kue Jadul, Labfor Buktikan Tak Ada Spons!

Selain mendorong langkah pemerintah, Ekologika Berdaya mengajak masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, dan berbagai elemen sipil untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.

Edukasi mengenai pentingnya menjaga hutan, penghijauan, pengurangan aktivitas yang merusak lingkungan, serta penguatan kesadaran masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan alam.

“Lingkungan bukan hanya warisan yang kita terima, tetapi juga amanah yang akan kita tinggalkan bagi generasi berikutnya. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kondisi lingkungan di masa mendatang,” ujar Robi.

Ekologika Berdaya berharap pemerintah dapat memperkuat rehabilitasi kawasan kritis, memperluas program reforestasi, meningkatkan pengawasan terhadap kerusakan lingkungan, serta memastikan perlindungan kawasan hutan berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Ekologika Berdaya merupakan organisasi yang bergerak di bidang lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kesadaran ekologis. Organisasi tersebut berkomitmen mendorong gerakan lingkungan berkelanjutan melalui edukasi, advokasi, dan aksi nyata di tengah masyarakat.