Pintasan.co – Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar dialog pada akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah diplomatik penting di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, menyampaikan bahwa pembicaraan kali ini tidak hanya berfokus pada isu nuklir, tetapi juga mencakup berbagai aspek strategis lainnya.
“Kali ini, pembicaraan juga akan mencakup soal rudal, milisi yang terkait dengan Republik Islam, dan jaminan keamanan bagi Iran,” kata Grossi dalam wawancara dengan harian Italia Corriere della Sera.
Ia menambahkan bahwa terdapat peluang untuk mencapai solusi sementara melalui jalur diplomasi, meskipun belum tentu melibatkan pendekatan militer.
Menurut Grossi, salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penghentian sementara aktivitas pengayaan uranium oleh Iran, mengingat kondisi politik dan keamanan yang dinilai belum stabil. Selain itu, isu tersebut berpotensi ditinjau kembali dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Dialog ini berlangsung di tengah eskalasi konflik yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk tokoh penting Iran.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah kawasan lain di Timur Tengah, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Pertemuan di Islamabad diharapkan dapat membuka ruang deeskalasi dan menciptakan jalur komunikasi baru di tengah situasi yang semakin kompleks.
