Pintasan.co, Makassar – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga dan memelihara fungsi sungai secara berkelanjutan melalui kolaborasi strategis bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. Langkah ini dilakukan guna memastikan program penataan sungai berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bili-Bili BBWS Pompengan Jeneberang, Makassar, Kamis (02/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penandatanganan Pakta Integritas oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, bersama jajaran BBWS Pompengan Jeneberang serta PT Vale Indonesia. Penandatanganan ini dilakukan dalam rangka mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama BBWS juga sepakat untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap pengelolaan sungai. Evaluasi ini mencakup tindak lanjut hasil kegiatan pasca-dredging fase I yang sebelumnya telah dipaparkan dan didiskusikan bersama dalam forum tersebut.
Dalam keterangannya, Puspawati Husler menegaskan bahwa pengelolaan sungai yang berkelanjutan merupakan aspek penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menjamin keberlangsungan hidup masyarakat.
“Pengelolaan sungai harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Karena itu, kami menggandeng BBWS untuk memperkuat pengawasan serta melakukan evaluasi berkala agar pengelolaan sungai berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya normalisasi dan penataan sungai tidak hanya berfokus pada pengendalian banjir, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, sungai memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan air bersih hingga aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pengelolaan yang baik harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Puspawati juga berharap kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, BBWS, dan pihak swasta dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Dengan adanya pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kami optimistis pengelolaan sungai di Luwu Timur dapat semakin baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya air sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. (asn/ikp-humas/kominfo-sp)
