Pintasan.co, Jakarta – Tim SAR gabungan berhasil menemukan delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, dua jenazah telah teridentifikasi, sementara sisanya masih menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Dua korban yang sudah dikenali yakni pramugari Florencia Lolita Wibisono dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan, Deden Maulana. Selain itu, tim juga menemukan potongan tubuh manusia yang masih diperiksa lebih lanjut.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi menyampaikan seluruh korban yang baru ditemukan berada di sekitar radius 50 meter dari lokasi penemuan korban pertama. Posisi jenazah terletak sekitar 250 meter di bawah puncak gunung, dengan salah satu titik berada di sisi selatan, sekitar 100 meter dari lokasi awal.

Tim SAR terus menyisir area lain di sekitar lokasi untuk mencari korban yang belum ditemukan. Proses evakuasi dilakukan menuju puncak Gunung Bulusaraung dengan teknik jetring, metode yang sebelumnya juga digunakan dalam evakuasi korban lain.

Setelah mencapai puncak, tim akan membawa jenazah ke posko SAR sebelum mengevakuasinya ke RS Bhayangkara. Untuk proses pengangkatan, tim mengerahkan personel rescue vertikal karena medan yang curam dan berisiko.

Dody menjelaskan cuaca dan kondisi medan menjadi tantangan utama, termasuk proses memasukkan jenazah ke dalam kantong khusus. Jika cuaca mendukung, helikopter akan menjemput jenazah di lapangan Desa Tompo Bulu. Namun, tim tetap menyiapkan jalur darat sebagai alternatif.

Ia menambahkan kondisi jenazah sudah mengalami pembengkakan akibat berada di lokasi selama sekitar enam hari, sehingga menyulitkan proses identifikasi awal di lapangan.

Untuk mempercepat pencarian korban yang tersisa, tim SAR mengubah strategi operasi. Tim kini akan bertahan di lokasi selama tiga hari dengan perbekalan logistik yang cukup, serta membagi area pencarian ke dalam delapan sektor dengan penanda warna berbeda.

Baca Juga :  Jalan Rusak di Semarang Jadi 'Jebakan' Saat Musim Hujan, Korban Kecelakaan Bisa Tuntut Pemerintah