Pintasan.co, Jakarta – Yayasan Alamtara Litera Indonesia resmi meluncurkan Alamtara Islamic School (AIS) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Peluncuran ini ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, H. Mansyur, S.Ag didampingi pengurus Yayasan Alamtara Litera Indonesia dan tokoh masyarakat Bima.
Peluncuran ini dilaksanakan di kawasan Kalikuma Library and Educamp, Ule, Kota Bima. Di kawasan ini pula, seluruh fasilitas dan infrastruktur penunjang Alamtara Islamic School sedang dibangun.
Dalam keterangannya, Ketua Yayasan Alamtara Litera Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Wahid menargetkan seluruh fasilitas rampung dalam waktu dekat untuk menerima peserta didik pada ajaran 2026-2027.
Alamtara Islamic School membuka jenjang tsanawiyah karena dinilai jenjang tersebut sebagai etape penting dalam perjalanan dan pembentukan karakter peserta didik. AIS menawarkan beberapa keunggulan pembelajaran di antaranya berbasis pada kecerdasan majemuk dan kemampuan bahasa global.
Selain itu, pengembangan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan berorientasi pemecahan masalah dan integrasi literasi digital dan literasi al-Qur’an.
Pihak Yayasan Alamtara Litera Indonesia percaya dengan visi menjadi pusat keunggulan dalam pembinaan ilmu dan iman serta mencetak generasi pembelajar yang tangguh, berakhlak, dan terbuka. AIS menjadi pilihan utama masyarakat Kota/Kabupaten Bima atau di tempat-tempat lain untuk menimba ilmu dan sama-sama untuk mencetak generasi yang nomor wahid.
Dalam sambutannya, Abdul Wahid menjelaskan bahwa Alamtara Islamic School sebagai salah satu madrasah yang mengusung pendidikan yang berakar pada nilai lokalitas dan global. Hal ini untuk menunjang generasi belia agar mampu berdialog dan berjejaring dengan masyarakat dunia.
“Kita harus menyiapkan generasi yang mampu berjejaring dengan dunia global, berkomunikasi dan berdialog serta pada saat yang sama juga tidak kehilangan nilai lokal dan tradisinya.” Tegasnya.
Selain itu, Abdul Wahid juga menjelaskan bahwa pada beberapa waktu yang lalu AIS telah merekrut guru dan tenaga kependidikan untuk menunjang proses kegiatan belajar dan mengajar. Guru-guru yang telah direkrut merupakan lulusan-lulusan terbaik dari perguruan tinggi yang telah siap menerapakan ilmu dan berinovasi di AIS ini.
“Untuk memastikan inovasi dan kreativitas guru dan tenaga kependidikan di AIS ini, rencananya setelah bulan Ramadan guru-guru akan menjalani sejumlah pelatihan dan training. Hal ini kami laksanakan sebagai upaya menciptakan pendidikan yang unggul.”
Pada kegiatan yang sama, Pembina Yayasan Alamtara Litera Indonesia, Prof. Hj. Atun Wardatun, Ph.D menyampaikan bahwa AIS merupakan madrasah yang terbuka untuk seluruh siswa. Ia menegaskan bahwa kami menerima peserta didik yang “mau” dan kami siap bekerja sama dengan orang tua peserta didik untuk sama-sama mengarahkan anaknya menjadi berhasil.
“Kami dengan tangan terbuka siap menerima peserta didik dari mana pun. Kami percaya bahwa mendidik itu adalah proses panjang. Oleh karena itu, menerima peserta didik yang “mau”. Karena kumpulan “mau” itulah yang membuat peserta didik mampu dan berhasil ke depannya.”
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, H. Mansyur, S.Ag yang hadir menyampaikan bahwa jangan ragu untuk masyarakat dan orang tua menyekolahkan anaknya di Alamtara Islamic School karena insya Allah kualitas yang ditawarkan oleh AIS luar biasa.
“Hadirnya Alamtara Islamic School, akan mempu menjawab kebutuhan orang tua yang menginginkan pendidikan yang berkualitas. Apalagi, AIS dimotori oleh dua guru besar, yakni Prof Abdul Wahid sebagai Ketua Yayasan dan Prof Atun Wardatun sebagai Pembina.” Ungkapnya.
