Pintasan.co – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan pangan nasional selama Lebaran 1447 Hijriah berada dalam kondisi stabil dan terkendali, sehingga memberikan dampak positif bagi petani, pedagang, maupun masyarakat sebagai konsumen.
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Amran menyampaikan bahwa situasi pangan tahun ini patut disyukuri karena produksi berjalan baik, stok tersedia cukup, dan harga relatif terjaga.
“Lebaran tahun ini kita syukuri bersama. Produksi baik, stok cukup, harga stabil. Petani tetap berproduksi, pedagang bisa berdagang, masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga agar tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah. “Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” tegasnya.
Pengawasan terhadap harga dan distribusi juga dilakukan secara intensif melalui koordinasi lintas sektor guna mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga di pasar, terutama pada momentum Ramadan dan Idul Fitri. “Lebaran tahun ini adalah kemenangan untuk semua, berkah untuk semua,” ucap Amran.
Dari hasil pemantauan di berbagai pasar tradisional maupun modern, harga kebutuhan pokok terpantau stabil dengan ketersediaan yang mencukupi. Ia menilai kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di pasar.
Menurutnya, stabilitas ini membuat momentum Lebaran 2026 menjadi kebahagiaan bagi semua pihak, mulai dari petani, pedagang, hingga masyarakat luas.
“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panen baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” kata Amran.
