Pintasan.co, Nganjuk – Beredar di sebuah media sosial tentang video yang memperlihatkan menu siomay dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nganjuk video tersebut sekarang viral di media sosial. Menu MBG ini viral karena disebut keras seperti batu.

Dalam video yang beredar, memicu berbagai reaksi dari warganet hingga akhirnya pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojorembun memberikan klarifikasi dan permintaan maaf.

Berikut sederet fakta terkait video MBG yang lagi viral..

5 Fakta Siomay MBG Nganjuk Viral di Medsos

  1. Video Siomay MBG Keras Viral di Media Sosial
    Video yang beredar memperlihatkan sebuah tangan memukul benda yang disebut sebagai siomay MBG berulang kali hingga akhirnya pecah. Dalam rekaman itu juga terdengar suara beberapa wanita yang tertawa.

“Gak ngatasi. Perjuangan arepe mangan MBG Iki. Iki digawe soko opo Iki. (Tidak ngatasi. Perjuangan hendak makan (menu) MBG ini. Ini terbuat dari apa ya),” suara salah satu wanita sembari tertawa.

  1. Disebut Berasal dari SPPG Mojorembun Nganjuk
    Dalam unggahan yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa siomay tersebut merupakan menu dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojorembun di Kecamatan Rejoso, Nganjuk.

“Siomay MBG di Mojorembun Rejoso keras seperti batu,” tulis salah satu akun Instagram dalam unggahan yang ikut menyebarkan video tersebut.

  1. Video Mendapat Beragam Respons Warganet
    Viralnya video tersebut memancing berbagai reaksi dari warganet. Ada yang menertawakan kejadian itu, namun ada pula yang menanggapi dengan serius.

Bahkan ada sebagian warganet yang menandai atau menyapa Badan Gizi Nasional agar memberi perhatian terhadap kualitas menu program MBG.

  1. Satgas MBG Nganjuk Benarkan Laporan Siomay Keras
    Satgas MBG Kabupaten Nganjuk, Judy Ernanto, membenarkan adanya laporan mengenai menu siomay yang keras dari dapur SPPG Mojorembun.

“Ya itu sudah dua hari yang lalu ya. Memang benar itu (menu siomay keras di SPPG Mojorembun),” ujar Judi saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026).

Terkait video itu, pihak Satgas langsung memberikan peringatan kepada pengelola dapur MBG agar lebih memperhatikan kualitas makanan yang disajikan.

“Kita terus mengingatkan agar jangan menyediakan menu yang tidak semestinya. Kelayakan makanan harus diutamakan agar tidak membuat kegaduhan di lapangan,” ujarnya.

  1. Pihak SPPG Mojorembun Sudah Menyampaikan Permintaan Maaf
    Setelah video tersebut viral, pihak SPPG Mojorembun akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Permintaan maaf itu bahkan dipublikasikan melalui media sosial.

“Benar, itu surat dari Kepala SPPG Nganjuk Mojorembun. Sudah diposting juga di akun TikTok-nya,” ungkap Judy.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis di Semarang Dorong Ekonomi Warga