Pintasan.co – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono menyampaikan bahwa proses dialog dan negosiasi terkait pelayaran kapal Indonesia di Selat Hormuz masih terus berlangsung. Pemerintah, kata dia, mulai melihat adanya sinyal positif dari proses tersebut.

“Ini masih dibicarakan, masih dinegosiasi,” kata Sugiono dalam keterangan pers di Tokyo, Jepang, Senin.

Saat ditanya mengenai perkembangan terbaru, Sugiono mengakui adanya indikasi kemajuan, meskipun implementasi di lapangan masih perlu ditunggu.

“Ada sinyal positif, kita lihat nanti eksekusinya seperti apa,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di Iran melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Indonesia yang melintasi jalur strategis tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A Mulachela, sebelumnya juga menyampaikan bahwa pihak Iran telah memberikan respons positif terhadap komunikasi yang dilakukan Indonesia.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan kapan kapal tanker Indonesia dapat sepenuhnya melintasi Selat Hormuz, mengingat proses teknis dan operasional masih terus berjalan.

Di sisi lain, PT Pertamina International Shipping (PIS) tengah menyiapkan berbagai aspek teknis dan administratif guna memastikan dua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintas dengan aman.

Perwakilan PIS menegaskan bahwa keselamatan awak kapal serta keamanan muatan menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil.

“Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.

Situasi di Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian global karena merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia, sehingga setiap perkembangan terkait keamanan kawasan tersebut memiliki dampak luas, termasuk bagi Indonesia.

Baca Juga :  Trump Klaim Negosiasi Damai Rusia–Ukraina Masuk Tahap Akhir