Pintasan.co, Makssar – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik dengan mematangkan persiapan peluncuran aplikasi aduan dan layanan kedaruratan 112. Langkah ini ditandai melalui kunjungan benchmarking yang dilakukan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo-SP) Luwu Timur ke War Room Diskominfo Pemerintah Kota Makassar, Rabu (8/4/2026).

Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo-SP Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, dan diterima oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Muhammad Roem, di Ruang Rapat Makassar Government Center.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai layanan darurat 112 yang telah lebih dulu diterapkan di Kota Makassar. Selain itu, rombongan juga diperkenalkan dengan aplikasi Lontara+, sebuah platform digital terintegrasi milik Pemerintah Kota Makassar yang menggabungkan berbagai layanan publik, informasi kota, hingga pengaduan masyarakat dalam satu sistem.

Dalam sesi tersebut, Tim Kominfo-SP Luwu Timur mendapatkan gambaran menyeluruh terkait alur layanan, integrasi sistem, serta manajemen pengaduan masyarakat secara real-time. Hal ini menjadi referensi penting dalam pengembangan sistem serupa di Luwu Timur.

Usai pemaparan, rombongan diajak meninjau langsung War Room dan Operation Room layanan 112 yang berada di lantai 10 Balai Kota Makassar. Di lokasi ini, tim melihat secara langsung proses kerja operator dalam menerima, memverifikasi, hingga mendistribusikan laporan masyarakat kepada instansi terkait secara cepat dan terintegrasi.

Andi Tabacina Akhmad menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan Luwu Timur dalam menghadirkan layanan publik yang responsif dan berbasis digital.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat segera diimplementasikan. Kita amati, tiru, dan modifikasi agar layanan di Luwu Timur bisa berjalan optimal, bahkan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Roem menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Makassar untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan layanan digital.

“Kami terbuka untuk berbagi. Layanan ini menjadi sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan implementasi layanan aduan dan darurat 112 dapat segera direalisasikan, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi. (han/ikp-humas/kominfo-sp)

Baca Juga :  Banyak Masyarakat Resah dengan 'Pesta Sabun', Pemkot Bandung Sidak Brotherhood Bunker