Pintasan.co – Kepolisian menyiapkan pos pelayanan terpadu dengan konsep tematik bernuansa budaya Sunda di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk melayani para pemudik selama arus mudik Lebaran 2026.

Pos yang menjadi bagian dari Operasi Ketupat Lodaya 2026 tersebut mengusung tema “Lembur Kaheman”, yang memiliki makna kampung yang aman, nyaman, serta penuh kepedulian. Kehadiran pos ini ditujukan untuk memberikan fasilitas istirahat sekaligus berbagai layanan bagi pemudik yang melintas di jalur selatan Jawa Barat.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan pembangunan pos tematik ini merupakan inisiatif jajaran kepolisian di wilayah untuk memberikan pelayanan yang lebih ramah kepada masyarakat.

“Pada masa Operasi Ketupat Lodaya ini teman-teman kapolres berinisiatif membuat pos pelayanan terpadu yang tematik,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan saat meninjau pos terpadu di Nagreg pada Minggu (15/3) sore.

Ia menjelaskan, desain pos dibuat dengan nuansa bambu yang mencerminkan budaya lokal Sunda, sehingga diharapkan mampu memberikan suasana yang lebih nyaman bagi pemudik yang singgah.

“Hari ini kita berada di Soreang, di Kabupaten Bandung, dengan nuansa bambu-bambuan yang mengangkat budaya lokal Sunda,” ujarnya.

Selain menyediakan fasilitas pelayanan, pos terpadu tersebut juga menghadirkan pertunjukan kesenian tradisional untuk menghibur pemudik yang beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.

“Kita lihat bersama ada beberapa pertunjukan kesenian. Maksudnya ini tempat peristirahatan, jadi masyarakat atau pengendara yang ingin bersantai dapat mendatangi tempat ini,” kata Rudi.

Ia pun mengimbau para pengendara agar memanfaatkan fasilitas tersebut untuk beristirahat apabila merasa lelah selama perjalanan.

“Silakan, masyarakat atau pengendara yang ingin beristirahat dapat mendatangi tempat ini supaya setelah pulih kembali dapat melanjutkan perjalanan,” tambahnya.

Pos terpadu di Nagreg menjadi salah satu titik pengamanan penting di jalur mudik yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bandung dengan kawasan Jawa Barat bagian timur.

Baca Juga :  WFA Jadi Kunci? Kadishub Jakarta Ungkap Alasan Puncak Mudik 2025 Tidak Ekstrem

Di lokasi tersebut, pemudik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan, mulai dari layanan informasi lalu lintas, pelayanan kesehatan, area istirahat, mushola, akses WiFi gratis, hingga taman bermain bagi anak-anak.

Selain itu, tersedia pula layanan bengkel untuk membantu pemudik yang mengalami kendala teknis pada kendaraan selama perjalanan menuju kampung halaman.