Pintasan.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Penghargaan tersebut merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi kedua di Republik Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat meresmikan 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri yang dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat, (13/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa Kapolri belum menerima tanda jasa pada seremoni itu karena dinilai layak mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi.

“Kapolri belum (dapat penghargaan), karena Beliau nanti harus dapat penghargaan yang lebih tinggi lagi. Saya kira mungkin (Bintang) Mahaputera itu pantas untuk Beliau. Saya tanya tadi (ke Kapolri), saya tanya: Anda sudah dapat Mahaputera? Belum? Belum. Ya, saya yang beri Mahaputera untuk Beliau. Ini kehormatan bagi seorang pemimpin, ini kebahagiaan seorang Bapak bisa mengucapkan terima kasih kepada anaknya. Kebanggaan,” ucap Presiden Prabowo.

Dalam acara tersebut, Presiden juga menganugerahkan sejumlah tanda jasa kepada jajaran Polri dan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Wakil Kapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menerima Bintang Jasa Pratama, Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada memperoleh Bintang Jasa Nararya, sementara Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Wisnu Hermawan menerima Satyalencana Wirakarya. Selain itu, Kepala BGN Dadan Hindayana dianugerahi Bintang Jasa Utama, dan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menerima Bintang Jasa Pratama.

Di hadapan para pejabat negara dan pimpinan Polri, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas peran Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk makan bergizi gratis (MBG). Ia menilai Polri telah menunjukkan inisiatif dengan menjalankan peran yang melampaui tugas pokoknya.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Raih Penghargaan BKKBN dan Kukuhkan Peran Strategis dalam Penguatan Keluarga

“Sebagai pemimpin, saya sangat menghargai inisiatif, kesadaran pimpinan Polri, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya, beserta pimpinannya, telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, seorang panglima,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari Antara.

Presiden juga menilai Kapolri mampu melihat esensi kepemimpinan yang lebih luas dari sekadar penegakan hukum.

“Beliau dengan jajarannya telah menganalisa tugas pokok yang diajarkan kepada kita sewaktu kita masih sangat muda bahwa seorang pemimpin itu harus mencari tugas yang terkandung. Tugas pokok ya memimpin kepolisian sebagai penegak hukum, sebagai pelaku utama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, tetapi paham yang lebih besar adalah keamanan dan ketertiban masyarakat yang sesungguhnya adalah manakala masyarakat, rakyat merasa aman, merasa bahagia, merasa punya harapan,” imbuh Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa rasa aman yang paling mendasar bagi masyarakat adalah terbebas dari kelaparan.

“Manusia di mana pun, apapun agamanya, apapun rasnya, apapun kelompok etnisnya, manusia mana pun, seorang bapak dan seorang ibu yang utama pemikirannya, yang utama perhatiannya adalah keamanan dan kesejahteraan keluarganya, anak-anaknya, dan keamanan yang pertama adalah aman dari rasa lapar,” pungkas Presiden Prabowo.