Pintasan.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026) sore untuk melepas jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon dalam naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 18.46 WIB dan disambut sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Dalam prosesi penghormatan tersebut, turut hadir Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Lodewijk F. Paulus, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, serta sejumlah pejabat tinggi TNI dan keluarga korban.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo langsung memberikan penghormatan kepada para prajurit yang gugur. Ia tampak menyalami keluarga korban dan memberi hormat di depan peti jenazah yang telah disusun rapi dalam prosesi militer.
Upacara penyambutan jenazah diawali dengan penghormatan militer sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para prajurit dalam menjaga perdamaian dunia. Selanjutnya, jenazah disemayamkan sementara di Bandara Soekarno-Hatta sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.
Adapun ketiga prajurit yang gugur yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka meninggal dunia saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Lebanon selatan.
Insiden pertama terjadi pada Minggu (29/3/2026), ketika Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat ledakan proyektil di dekat posisi pasukan di Desa Adchit al-Qusayr. Sementara itu, sehari kemudian, dua prajurit lainnya dilaporkan meninggal dunia setelah konvoi logistik UNIFIL yang mereka ikuti terkena ledakan di wilayah Bani Hayyan.
Peristiwa tersebut juga mengakibatkan dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengonfirmasi kejadian tersebut sebagai bagian dari dinamika keamanan di wilayah konflik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya ketiga prajurit TNI tersebut. Melalui pernyataan resminya, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta memberikan penghormatan atas dedikasi para prajurit.
Menurut Prabowo, pengabdian para prajurit tersebut merupakan wujud nyata keberanian dan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan TNI dalam misi internasional membawa nama baik bangsa di mata dunia.
“Kita kehilangan putra-putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan diri untuk perdamaian dunia. Pengorbanan mereka akan selalu dikenang,” demikian pesan Presiden.
Pemerintah memastikan akan memberikan penghormatan terbaik kepada para prajurit serta dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.
