Pintasan.co – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah menyatakan komitmen finansial sebesar 1 miliar dolar AS untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif yang dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu, Prabowo meluruskan informasi yang beredar terkait kontribusi Indonesia dalam forum tersebut. Ia menyatakan bahwa sejak awal pemerintah tidak pernah menjanjikan dana dalam bentuk apa pun.
“Indonesia tidak pernah menyampaikan kesiapan untuk menyetor dana sebesar itu,” ujarnya.
Prabowo juga menjelaskan bahwa ketidakhadiran Indonesia dalam pertemuan founding donors di Washington pada 19 Februari lalu menjadi bukti bahwa tidak ada komitmen finansial dari pemerintah. Menurutnya, dalam forum tersebut negara-negara peserta memang memberikan kontribusi dana, namun Indonesia tidak termasuk di dalamnya.
“Sejak awal ketika ditanya, saya tidak pernah menyatakan komitmen soal pendanaan,” tegasnya.
Meski demikian, pemerintah Indonesia tetap membuka peluang untuk berperan dalam upaya perdamaian internasional melalui jalur lain. Prabowo menyebut bahwa Indonesia siap berkontribusi dalam bentuk pengiriman pasukan perdamaian, khususnya untuk membantu menjaga keamanan warga di Gaza.
Ia menambahkan, keterlibatan Indonesia ke depan tetap akan disesuaikan dengan perkembangan situasi, terutama jika proses gencatan senjata berhasil dan tahap rekonstruksi mulai dijalankan.
“Kalau situasinya memungkinkan dan pembangunan kembali dimulai, kita tentu akan mempertimbangkan kontribusi, termasuk melalui lembaga seperti Baznas atau bantuan kemanusiaan lainnya,” jelasnya.
Namun demikian, Prabowo kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada komitmen Indonesia untuk memberikan iuran dana sebagai bagian dari keanggotaan dalam BoP.
