Pintasan.coDinas Perhubungan Kabupaten Bandung memastikan puncak arus balik Lebaran 2026 di jalur Nagreg telah terjadi pada H+3, dengan volume kendaraan menuju Bandung mencapai angka tertinggi selama periode tersebut.

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, menyebutkan jumlah kendaraan yang melintas pada puncak arus balik tercatat sebanyak 149.030 unit.

“Kalau dilihat dari data kemarin, sudah menjadi puncak arus balik dengan 149.030 kendaraan melintas. Walaupun ada puncak kedua, jumlahnya tidak akan melampaui jumlah kemarin,” ujarnya di Bandung, Rabu.

Ia menjelaskan, secara kumulatif sejak H+1 hingga H+4 siang, total kendaraan yang melintasi jalur Nagreg menuju arah Bandung mencapai 447.046 unit. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 352.899 kendaraan.

Menurutnya, lonjakan volume kendaraan saat puncak arus balik banyak terjadi pada malam hari, khususnya pada rentang waktu pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Pada periode tersebut, arus kendaraan bisa mencapai sekitar 10.000 unit per jam.

“Memang terjadi peningkatan signifikan pada malam hari, terutama selepas Magrib hingga menjelang larut malam, dengan rata-rata kendaraan yang melintas cukup tinggi per jam,” katanya.

Selain itu, arus kendaraan di jalur Nagreg masih didominasi oleh sepeda motor dengan persentase berkisar antara 57 hingga 60 persen dari total lalu lintas.

Meskipun puncak arus balik telah terlewati, kepadatan kendaraan masih terlihat cukup tinggi. Pada H+4 hingga pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 46.323 kendaraan bergerak menuju Bandung, sementara 27.199 kendaraan lainnya melaju ke arah Tasikmalaya.

Dishub Kabupaten Bandung memperkirakan masih akan terjadi gelombang lanjutan arus balik pada H+6. Namun, intensitasnya diprediksi tidak sebesar puncak arus yang terjadi sebelumnya.

Baca Juga :  Sejumlah Provinsi Terapkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor, Cek Daerahmu!