Pintasan.co – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menaruh perhatian terhadap video viral wisatawan yang mengeluhkan dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut.

Video yang beredar di media sosial tersebut memperlihatkan seorang wisatawan wanita mengungkapkan kekesalannya sambil menunjukkan sejumlah karcis yang harus dibayar saat memasuki kawasan pantai. Unggahan itu pun viral dan memicu berbagai tanggapan publik.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menyayangkan adanya dugaan pungutan yang dinilai berlebihan. Ia menilai, banyaknya pungutan justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan dan berdampak pada citra pariwisata daerah.

“Masuk pantai jangan terlalu banyak pungutan, akibatnya orang marah-marah, sehingga keluar kata-kata yang tidak pantas. Marahnya memang tidak pantas, tetapi penyebab kemarahannya pun perkara yang tidak pantas,” ujarnya.

Dedi meminta Pemerintah Kabupaten Garut bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak terulang di kemudian hari. Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan di daerah seharusnya dapat ditangani oleh pemerintah setempat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, tanpa harus selalu melibatkan pemerintah provinsi.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya tata kelola pariwisata yang transparan dan ramah bagi wisatawan, terutama di destinasi unggulan seperti Pantai Sayang Heulang.

Baca Juga :  DKPP Rilis Indeks Kepatuhan Etik, KPU-Bawaslu dapat Skor