Pintasan.co, Jakarta – Pada Kamis, 3 April 2025, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang langsung mengguncang pasar global.
Keputusan tersebut mencatatkan hari perdagangan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan seluruh indeks saham utama di AS mengalami penurunan tajam.
Pengumuman tarif ini berdampak langsung pada para miliarder dunia yang merasakan kerugian besar akibat jatuhnya pasar saham.
Berikut beberapa konglomerat yang merugi triliunan karena kebijakan tarif Trump:
Warren Buffett
Buffett kehilangan sekitar 10 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 168,5 triliun, akibat kebijakan tarif Trump.
Meski begitu, Buffett telah mengantisipasi perubahan pasar ini, sehingga pada 2024, ia telah menjual saham ekuitas senilai 134 miliar dollar AS.
Saat ini, kekayaannya diperkirakan mencapai 334 miliar dollar AS (Rp 5.629 triliun).
Mark Zuckerberg
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, turut mengalami kerugian besar akibat tarif ini.
Kekayaannya tercatat turun sekitar 17,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 301,7 triliun) pada hari yang sama dengan pengumuman tarif impor Trump.
Jeff Bezos
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, mengalami penurunan kekayaan hingga 16 miliar dollar AS (Rp 269,6 triliun), setelah tarif baru diumumkan.
Elon Musk
CEO Tesla dan pemilik X, Elon Musk, merugi sekitar 8,7 miliar dollar AS (Rp 146,6 triliun).
Meski begitu, ia tetap berada di posisi teratas sebagai orang terkaya di dunia.
Musk sendiri sudah mengalami kerugian sepanjang 2025, terutama setelah Tesla mengumumkan penurunan penjualan mobil pada kuartal pertama 2025, yang turun 13 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Jensen Huang
CEO Nvidia, Jensen Huang, juga merasakan dampak dari kebijakan tarif ini, dengan penurunan kekayaan sebesar 7,4 miliar dollar AS (Rp 124,73 triliun).
Bill Gates
Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengalami kerugian dalam sehari sebesar 774 juta dollar AS (sekitar Rp 13 triliun).
Larry Page dan Sergey Brin
Pendiri Alphabet, Larry Page dan Sergey Brin, masing-masing mengalami kerugian sebesar 4,9 miliar dollar AS (Rp 82,5 triliun) dan 4,6 miliar dollar AS (Rp 77,5 triliun).
Menurut Indeks Miliarder Bloomberg, sekitar 500 orang terkaya di dunia mengalami kerugian besar selama dua hari setelah pengumuman tarif Trump.
Tarif yang diumumkan juga sangat berdampak pada saham-saham sektor teknologi, yang sangat bergantung pada manufaktur, chip komputer, dan layanan TI dari negara-negara seperti China, India, dan Taiwan.