Pintasan.co, Tulungagung – Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, rangkaian tradisi dan ritual digelar umat Tri Dharma di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung untuk menyambut tahun baru Imlek 2577. Salah satu tradisi yang dilakukan umat Tri Dharma di kelenteng itu yaitu penggantian pakaian para dewa dari kuning menjadi merah.
Bioma Kelenteng Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing, mengatakan penggantian baju dewa-dewi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Namun melalui rangkaian prosesi yang harus dilakukan oleh pengurus perempuan.
“Di sini ada sembilan dewa yang kami lakukan penggantian baju, termasuk dewa utama di kelenteng ini adalah Mak Co,” kata Tjio Jing Jing, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, pada momen Imlek seluruh baju dewa diubah dari semula berwarna kuning menjadi merah. Warna merah menjadi ciri khas Imlek dan melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, kemakmuran dan energi positif.
“Imlek itu harus pakai merah. Pemakaian baju merah ini berlangsung sampai hari ulang tahun Mak Co, setelah itu diganti kuning lagi,” jelasnya.
Puncak penyambutan Imlek akan ditandai dengan sembahyang oleh ratusan umat Tri Dharma pada malam pergantian tahun.
“Nanti juga ada pentas barongsai,” ujarnya.
Jing Jing menambahkan tahun Imlek 2577 dilambangkan dengan kuda api. Tahun tersebut dinilai penuh tantangan, salah satunya adalah emosi.
“Maka di tahun kuda api kita harus banyak bersabar dan tenang,” imbuhnya.
Pada tahun kuda api ada beberapa Ciong atau shio yang tidak cocok di antaranya kuda, kelinci, ayam dan tikus. Tikus menjadi Ciong besar pada tahun Imlek kali ini.
“Biasanya untuk yang Ciong akan buang sial dengan memberikan persembahan,” jelas Jing Jing.
Pihaknya berharap tahun kuda api memberikan keberkahan untuk seluruh umat serta diberikan kesuksesan dan kelancaran rezeki.
“Semoga kita juga diberikan kesehatan,” katanya.
