Pintasan.co, Jakarta – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Ankara siap mengambil peran sebagai penengah antara Amerika Serikat dan Iran guna meredakan ketegangan di kawasan.
Kantor Kepresidenan Turki, seperti dikutip ANTARA dari Sputnik, Jumat (30/1), menyebutkan Erdogan dan Pezeshkian melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon.
Dalam percakapan itu, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral Turki–Iran serta situasi keamanan regional yang kian memanas.
Dalam pernyataannya, Erdogan menegaskan kesiapan Turki untuk memfasilitasi dialog antara Teheran dan Washington demi menurunkan eskalasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada.
Erdogan juga menyampaikan bahwa pada hari yang sama ia dijadwalkan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang tengah berada di Turki.
Sebelumnya, sejumlah sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah, seperti Qatar, Arab Saudi, dan Oman, dilaporkan telah mendesak Presiden AS Donald Trump agar menahan diri dan tidak melancarkan serangan terhadap Iran. Negara-negara Teluk itu meminta Washington memberi kesempatan kepada Teheran.
Sementara itu, Iran dilanda gelombang unjuk rasa sejak akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran publik terhadap lonjakan inflasi akibat melemahnya nilai tukar rial.
Di beberapa wilayah, demonstrasi berkembang menjadi bentrokan dengan aparat keamanan, disertai laporan adanya korban dari kedua belah pihak.
Pada periode yang sama, Presiden Trump menyatakan dukungannya terhadap kemungkinan serangan baru ke Iran jika negara tersebut melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklir.
Bahkan, di tengah aksi protes, Trump mengancam akan melakukan serangan besar apabila terjadi korban jiwa di kalangan demonstran.
