Pintasan.co, Sidoarjo – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Temu 001 yang berada di Desa Temu, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, siang hari ini diresmikan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Selasa (13/1/2026). Dapur ini merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Mimik Idayana mengatakan, keberadaan SPPG sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa-siswi sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP. Saat ini, di Kecamatan Prambon telah berdiri tujuh SPPG, namun jumlah tersebut masih belum mencukupi.

“Di Kecamatan Prambon ini sudah ada tujuh SPPG. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan sekolah SD dan SMP dibutuhkan sekitar 352 SPPG. Kalau di tingkat Kabupaten Sidoarjo totalnya kurang lebih 362 SPPG, dan ini masih banyak kekurangannya,” ujar Mimik, Selasa (13/1/2026).

Mimik juga menambahkan, bahwa ia menilai kecamatan Prambon memiliki potensi besar dalam penyediaan bahan pangan lokal, terutama sayur-mayur. Namun, untuk kebutuhan ikan masih harus didatangkan dari luar daerah.

“Sayuran di Prambon ini sangat mudah didapat. Yang agak berat itu ikan, karena harus mencari dari luar daerah dan harganya juga relatif mahal. Tapi bagaimanapun, ikan tetap harus ada dalam menu SPPG, minimal lima hari dalam siklus menu, karena ini program Presiden,” jelasnya.

Dalam sambutannya juga, mimik meng8ajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program MBG agar tidak terjadi kasus makanan tidak layak konsumsi, seperti yang sempat viral di beberapa daerah lain.

“Saya mengajak masyarakat, sekolah, dan semua pihak untuk saling mengawasi. Jangan sampai terjadi makanan yang tidak layak dikonsumsi anak-anak. Alhamdulillah, selama ini di Sidoarjo saya amati belum ada kejadian seperti itu,” tegasnya.

Dengan tegas, Mimik menepis adanya isu yang beredar bahwa program makan gratis akan diganti dengan bantuan uang tunai. Menurutnya, program MBG akan terus berlanjut dan membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“Tidak benar kalau program ini akan diganti uang tunai. Program makan gratis tetap berjalan. Ini peluang besar bagi masyarakat, yayasan, dan pelaku usaha lokal untuk ikut berkontribusi,” katanya.

Sementara itu, Asisten Lapangan (Aslap) Dapur SPPG Temu 001, Gunadi, menjelaskan bahwa dapur tersebut saat ini mampu memproduksi sekitar 1.500 hingga 2.000 paket makanan per hari. Paket tersebut akan didistribusikan ke 14 sekolah di wilayah Kecamatan Prambon, mulai dari TK, SD, hingga SMP.

“Target awal sekitar 1.500 sampai 2.000 paket per hari. Rencananya akan didistribusikan ke 14 sekolah. Ke depan, satu SPPG idealnya bisa melayani hingga 3.000 paket, tergantung jumlah murid di sekolah,” terang Gunadi.

Gunadi menjelaskan terkait pendistribusian akan dilakukan secara bertahap. Selain siswa sekolah, program MBG juga akan menyasar kelompok lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Nanti bertahap, mulai dari TK, SD, SMP. Ke depan juga untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Di awal memang belum maksimal, tapi secara bertahap akan kita tingkatkan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pemkab Gunungkidul Bidik Pemeliharaan Jalan Sepanjang 1.158 Kilometer Tahun Ini