Pintasan.co, Jember – Hati – hati yang berwisata di pantai. Nasib nahas menimpa Giman (54), seorang warga Kecamatan Kencong, Jember. Dia tewas usai tergulung ombak saat sedang berwisata bersama keluarganya di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban yang sedang asyik mandi di bibir pantai tiba-tiba dihantam ombak besar dan terseret ke tengah laut.

“Korban bersama keluarganya mandi di bibir pantai. Padahal sudah ada imbauan larangan untuk mandi di laut. Korban kemudian tergulung ombak yang besar, karena cuaca cukup ekstrem,” kata salah seorang warga setempat, Irul, Sabtu (28/3/2026).

Irul juga mengatakan bahwa kondisi ombak di pantai selatan Jawa memang sedang tidak bersahabat. Korban yang tengah berenang bersama anggota keluarga lain tak sempat menyelamatkan diri saat ombak tinggi datang menerjang.

“Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD yang berada di lokasi langsung melakukan upaya pencarian. Meski sempat dilakukan pertolongan, nyawa korban sudah tidak tertolong,” ujarnya.

Kapolsek Kencong, AKP Sunarto mengungkapkan, korban datang ke Pantai Paseban sekitar pukul 07.00 WIB bersama kakak kandung dan kakak iparnya. Menurut informasi yang dihimpun, tujuan keluarga tersebut ke pantai untuk menjalani tradisi tahunan mandi laut saat hari raya.

“Sekitar pukul 09.45 WIB, korban hendak mandi di laut. Sebenarnya petugas sudah melarang karena ada imbauan dari petugas di lokasi agar tidak berenang,” ungkapnya.

Namun, kata dia, korban tetap nekat masuk ke air. Tak berselang lama, sekitar pukul 10.00 WIB, ombak besar datang dan menyeret tubuh korban ke tengah.

“Petugas gabungan dari Polsek Kencong, Koramil, BPBD, dan Tim SAR Pantai Paseban yang berjaga di lokasi langsung melakukan upaya penyelamatan. Namun, tubuh korban terus terbawa arus ke arah selatan,” jelasnya.

“Sekitar pukul 10.45 WIB, tubuh korban muncul ke permukaan laut. Petugas segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Cakru untuk pertolongan medis,” tambahnya.

Setibanya di Puskesmas Cakru, tim medis melakukan pemeriksaan intensif. Saat itu, nyawa pria tersebut sudah tidak dapat tertolong.

“Menurut keterangan pihak medis, korban dinyatakan meninggal dunia (MD). Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Sunarto.

Baca Juga :  Klaten Intensifkan Trap Barrier System untuk Kendalikan Hama Tikus di Sawah