Pintasan.co, Pamekasan – Pemerintah memastikan terkait kondisi ketahanan pangan nasional tetap aman meskipun terjadi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran. Hal ini disampaikan langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan ketika kunjungan di Pamekasan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas di sela kunjungannya di Pamekasan dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia telah mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak dari situasi geopolitik tersebut.
Menko Pangan juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga ketersediaan pangan dalam negeri. Ia menekankan bahwa sebagian besar kebutuhan pangan pokok Indonesia berasal dari produksi dalam negeri sehingga sampai tidak terdampak langsung oleh konflik di kawasan Timur Tengah.
“Ini penting disampaikan kepada masyarakat. Dampak perang di Timur Tengah sudah kami antisipasi. Untuk pangan, alhamdulillah kondisinya aman karena sebagian besar sudah swasembada,” ujarnya, Minggu (8/3/2026) malam.
Menurutnya, sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, dan ikan tersedia dalam jumlah yang cukup. Stok pangan nasional juga dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul fitri.
“Beras cukup, jagung cukup, ikan juga cukup. Banyak barang tersedia, apalagi menjelang Lebaran. Harganya juga tetap terjangkau,” katanya.
Meski komiditas utama dinilai cukup jumlah stoknya, namun demikian, pemerintah mengakui masih ada beberapa komoditas yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, seperti gandum untuk bahan baku terigu. Komoditas tersebut sebagian besar masih diimpor dari negara-negara di Eropa dan Amerika.
Meski demikian, Menko Pangan memastikan pasokan komoditas tersebut tetap terjaga sehingga tidak mengganggu ketersediaan pangan di dalam negeri.
“Memang ada yang tidak bisa kita tanam seperti gandum untuk terigu, yang datang dari Eropa dan Amerika. Tetapi pasokannya tetap aman,” jelasnya.
Imbauan pemerintah untuk masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan. Stok nasional dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran.
“Jadi tidak ada masalah untuk sektor pangan. Makanan untuk puasa dan Lebaran tersedia, stoknya banyak. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis sektor pangan nasional tetap stabil meskipun dinamika geopolitik global terus berkembang.
