Pintasan.co, JakartaIndeks dolar AS (DXY), yang mencerminkan pergerakan nilai dolar terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat melemah dan bergerak di kisaran 98,75 pada perdagangan Asia Kamis waktu setempat atau Jumat WIB.

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terkait penutupan pemerintah Amerika Serikat.

Mengutip FX Street, Jumat, 10 Oktober 2025, kebuntuan politik di AS semakin berlarut setelah Senat kembali menolak usulan pendanaan dari Partai Republik maupun Demokrat yang saling bertolak belakang, sehingga belum ada kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintah federal.

Situasi tersebut telah memasuki hari kesembilan tanpa tanda-tanda kemajuan, memicu kekhawatiran terhadap dampaknya bagi perekonomian AS.

Kondisi ini berpotensi menekan kinerja dolar AS terhadap mata uang pesaingnya dalam waktu dekat.

Di sisi lain, risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan September yang dirilis Rabu mengungkapkan mayoritas pembuat kebijakan mendukung pemangkasan suku bunga pada September dan membuka peluang penurunan lanjutan hingga akhir tahun.

Meski demikian, sebagian pejabat memilih bersikap lebih berhati-hati dengan mempertimbangkan risiko inflasi.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar secara luas memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober, dengan probabilitas hampir 78 persen untuk penurunan lanjutan pada Desember.

Sementara itu, rilis data klaim pengangguran awal mingguan AS kembali ditunda pada Kamis.

Pelaku pasar juga mencermati pidato Ketua The Fed Jerome Powell di hari yang sama, di mana pernyataan bernada hawkish berpotensi menahan pelemahan lebih lanjut pada indeks dolar AS.

Baca Juga :  Ratusan Rumah Terendam Banjir di Selayar, Akses Jalan Nasional Sempat Tertutup