Pintasan.co- Jembatan gantung sepanjang 80 meter dengan lebar 1,20 meter kini menjadi akses utama yang mempermudah aktivitas warga Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Jembatan tersebut menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru yang sebelumnya terpisah tanpa jalur aman.

Keberadaan jembatan ini membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Anak-anak kini dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman, petani lebih mudah menuju sawah, serta warga dapat menjalankan aktivitas ibadah dan ekonomi tanpa harus memutar jauh atau menyeberangi sungai.

Kepala Desa Mandala Kasih, Iwan Darmawan, mengatakan jembatan gantung yang dibangun oleh TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) merupakan kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan warga. Selama bertahun-tahun, masyarakat harus menghadapi risiko tinggi saat beraktivitas akibat keterbatasan akses.

“Jembatan ini sangat membantu berbagai kepentingan masyarakat, mulai dari pertanian, perekonomian, kesehatan, hingga kegiatan keagamaan. Bahkan urusan administrasi ke kantor desa kini jauh lebih cepat, karena sebelumnya warga harus berjalan hingga sekitar tiga kilometer,” ujar Iwan dalam keterangan Tim Media Presiden, Minggu.

Sebelum jembatan baru ini berdiri, warga Kampung Baru kerap menyeberangi sungai untuk menuju Kampung Punaga Jolok, termasuk saat anak-anak berangkat sekolah atau ketika warga mengurus keperluan administrasi desa. Alternatif lain yang tersedia adalah berjalan memutar dengan waktu tempuh mencapai satu jam.

Iwan menambahkan, kerusakan jembatan lama akibat banjir membuat dua kampung tersebut nyaris terisolasi selama hampir dua tahun. Selain tersapu banjir, kondisi jembatan sebelumnya juga telah rapuh karena korosi, mengingat lokasi desa berada tidak jauh dari wilayah pesisir dengan kadar garam udara yang tinggi.

Jembatan gantung yang rampung pada awal Januari 2026 ini dibangun menggunakan material yang lebih kuat dan ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi. Ketinggian jembatan dinaikkan sekitar 1,5 meter dari sebelumnya untuk mengantisipasi luapan sungai saat curah hujan tinggi, khususnya dari wilayah hulu seperti Cikajang dan Cisompet.

“Posisi jembatan sekarang lebih aman karena ditinggikan. Dulu letaknya lebih rendah dan rawan terdampak banjir,” pungkas Iwan.

Baca Juga :  dr. Richard Lee Resmi Jadi Tersangka, Ini Kronologi Laporan Balik-Melapor dengan Dokter Detektif