Pintasan.co, SurabayaPartai Golkar mencatatkan sejarah baru dengan menggelar pelantikan serentak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Acara yang diikuti 37 DPD II tersebut berlangsung di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (15/2/2026), dan menjadi yang pertama kali dilaksanakan secara terpadu di tingkat provinsi.

Ketua Panitia Pelaksana, Adi Wibowo, menegaskan bahwa pelantikan kali ini menjadi tonggak penting konsolidasi partai di tingkat daerah.

Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, sebanyak 37 daerah telah menuntaskan musyawarah daerah dan mengikuti pelantikan, sementara satu daerah akan menyusul.

“Ini pertama kalinya dalam sejarah seluruh pengurus kabupaten/kota dikumpulkan dalam satu forum pelantikan. Biasanya hanya ketua-ketuanya saja yang bertemu. Hari ini lengkap, mulai ketua, sekretaris, hingga bendahara kami hadirkan di depan sebagai simbol kesiapan dan tanggung jawab,” ujar Adi.

Ia berharap momentum tersebut menjadi role model konsolidasi partai ke depan, sekaligus langkah awal menatap target politik 2029, baik untuk DPRD kabupaten/kota maupun DPRD provinsi.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam sambutannya terus mengingatkan kader Golkar se Jatim agar terus bekerja keras dan melakukan berbagai inovasi untuk menggaet suara anak muda pada Pemilu 2029. Dalam hal ini Bahlil menargetkan penguatan basis pemilih usia produktif di Jatim.

“Golkar harus mendekatkan diri ke generasi-generasi muda,” kata Bahlil usai pelantikan 38 DPD II Golkar se Jatim di Jatim Expo, Minggu (15/2/2026).

Menteri ESDM ini menyebut sekitar 73% pemilih pada Pemilu 2029 nanti berada pada rentang usia 17 hingga 50 tahun. Karena itu, Golkar, khususnya di Jawa Timur, harus memprioritaskan pendekatan kepada generasi muda.

“Kita bicara tentang pemilu, pemilih usia 17 sampai 50 tahun itu 73 persen. Mau tidak mau Golkar harus mendekatkan diri kepada generasi-generasi ini,” ujarnya.

Menurutnya, strategi inilah yang akan ditempuh. Namun, bukan hanya sebatas pendekatan politik, tetapi juga memberi ruang promosi bagi kader muda di struktur partai maupun jabatan publik.

“Kita harus ajak mereka. Kita beri ruang yang cukup untuk promosi kader. Di Golkar, wakil menteri ada yang usianya 30 tahun, pimpinan komisi dan anggota DPR juga banyak anak muda. Golkar sekarang lebih proporsional memberi ruang bagi generasi muda,” tegasnya.

Bahlil tidak hanya mentargetkan kepada pemilih muda, namun juga menekankan pentingnya keterwakilan perempuan dalam struktur partai dan parlemen. Ia menyebut Golkar melampaui ketentuan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan 30 persen keterwakilan perempuan dalam alat kelengkapan dewan.

“Golkar tidak hanya menempatkan kader perempuan sebagai pimpinan komisi, tapi juga sebagai Wakil Ketua DPR. Ini lompatan yang lebih maju,” katanya.

Ia menambahkan, akan ada konsolidasi struktural di Jatim yang menjadi langkah strategis untuk mencapai target tersebut. Pelantikan serentak pengurus DPD kabupaten/kota disebut sebagai bagian dari penguatan mesin partai menghadapi kontestasi politik 2029.

“Tidak ada partai yang bisa bertahan tanpa konsolidasi. Apa yang dilakukan Golkar Jawa Timur adalah langkah strategis menuju tujuan besar partai,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bahlil Lahadalia akan Gelar Orientasi dan Outbound bagi Pengurus DPP