Pintasan.co, Jakarta – Sekretaris Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Azhar Adam menilai pencopotan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan tepat sasaran dan sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Azhar, keputusan Presiden melakukan evaluasi terhadap pimpinan BGN menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kualitas pelaksanaan program yang menjadi salah satu agenda strategis nasional tersebut.
“Pencopotan pimpinan BGN tidak boleh dipandang sekadar sebagai pergantian pejabat. Di balik keputusan itu ada pesan yang jelas bahwa Program Makan Bergizi Gratis adalah agenda strategis negara yang tidak boleh terganggu oleh lemahnya tata kelola, buruknya koordinasi, maupun kelalaian dalam pelaksanaannya,” ujar Azhar dalam keterangannya, Rabu (4/6/2026).
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap atau jumlah makanan yang dibagikan kepada masyarakat. Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan program benar-benar menjangkau penerima manfaat, memenuhi standar gizi, dan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurut Azhar, tantangan terbesar dalam program berskala nasional seperti MBG terletak pada aspek pengawasan. Dengan target penerima manfaat yang mencapai puluhan juta orang dan ribuan titik pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia, pemerintah membutuhkan sistem pengawasan yang kuat dan efektif.
“Semakin besar sebuah program, semakin besar pula tantangan pengawasannya. Tidak realistis jika pemerintah pusat mengawasi seluruh pelaksanaan program secara langsung. Karena itu diperlukan penguatan pengawasan dari berbagai unsur,” katanya.
Dalam konteks tersebut, Azhar menilai BSNPG memiliki kapasitas untuk membantu mengawal pelaksanaan program di lapangan. Selama ini, jaringan BSNPG dikenal memiliki pengalaman dalam melakukan pemantauan, pelaporan berjenjang, verifikasi data, serta pengawasan langsung hingga tingkat akar rumput.
Ia menjelaskan bahwa jaringan yang selama ini digunakan untuk mengawasi proses pemilu dapat dimanfaatkan untuk membantu memantau distribusi, kualitas layanan, dan berbagai kendala yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, ada tiga peran utama yang dapat dijalankan BSNPG. Pertama, membantu mendeteksi persoalan di lapangan sejak dini sehingga pemerintah dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan. Kedua, menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah agar berbagai keluhan dapat tersampaikan secara lebih efektif. Ketiga, memperkuat transparansi dan akuntabilitas program melalui partisipasi pengawasan dari masyarakat.
Azhar menegaskan bahwa keterlibatan BSNPG dalam pengawasan program pembangunan tidak boleh dipandang sebagai agenda politik partisan. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk kontribusi dalam memastikan kebijakan publik berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Politik tidak hanya soal memenangkan kontestasi elektoral. Politik juga tentang memastikan kebijakan yang sudah diputuskan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, semakin besar anggaran yang dikelola pemerintah dalam suatu program, semakin besar pula kebutuhan akan transparansi dan pengawasan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Azhar mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang melakukan evaluasi terhadap jajaran pimpinan BGN. Namun, menurutnya, upaya tersebut perlu diikuti dengan penguatan sistem pengawasan di tingkat bawah agar pelaksanaan program dapat terus terjaga.
“Pada akhirnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik atau anggaran yang besar. Program ini akan berhasil apabila seluruh mata rantai pelaksanaannya berjalan sebagaimana mestinya,” kata Azhar.
Ia menilai BSNPG memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam tugas tersebut melalui jaringan yang telah terbangun hingga tingkat daerah dan masyarakat akar rumput, sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
