Pintasan.co, Malang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang masih menjadi sorotan. MBG tersebut menjadi setelah adanya temuan buah pisang yang kondisinya dianggap tidak layak atau busuk di sebuah SD di wilayah Tulusrejo, Lowokwaru.
Menanggapi hal itu, Ketua Satgas MBG sekaligus Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso angkat bicara.
Erik menegaskan, berdasarkan hasil kroscek langsung kepada pihak SPPG dan koordinator wilayah, disampaikan bahwa kondisi buah tersebut bukan disebabkan oleh stok lama yang mengendap di gudang, melainkan faktor tingkat kematangan dan sensitivitas buah saat proses distribusi.
“Tim Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) kami sebenarnya sudah melakukan sortir satu per satu sebelum diberangkatkan. Kami pastikan saat dikirim, kondisi kulitnya bagus dan layak konsumsi,” ujar Erik saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).
Erik menjelaskan, pisang yang dipilih untuk dibagikan kepada siswa memang memiliki tingkat kematangan yang pas (matang pohon) agar rasanya manis saat dikonsumsi. Namun, pilihan ini memiliki risiko teknis pada daging buahnya.
“Karena ini matang pohon, daging buahnya memang lebih lunak dan sangat sensitif. Kena benturan sedikit saja saat proses distribusi atau terpapar suhu ruang yang lembap, dagingnya cepat mengalami oksidasi atau berubah warna jadi kecokelatan,” jelasnya.
Erik juga menambahkan, bahwa perubahan warna tersebut adalah proses alami buah yang sudah matang sempurna, bukan karena buah tersebut busuk atau rusak sebelum dikirim.
Meski demikian, pihak Satgas MBG menjadikan temuan ini sebagai bahan evaluasi serius.
“Intinya ini proses alami buah matang. Kedepannya, kami instruksikan tim untuk lebih hati-hati lagi dalam pengemasan,” beber Erik.
“Misalnya dengan memilih tingkat kematangan yang lebih ‘aman’ agar tetap segar sampai di tangan penerima manfaat tanpa mengurangi nilai gizinya,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah wali murid sempat mengeluhkan kondisi buah pisang dalam paket MBG di salah satu sekolah di Lowokwaru yang terlihat kecokelatan saat dibuka.
Pihak Pemkot Malang pun bergerak cepat melakukan kroscek ke lapangan guna memastikan standar kualitas pangan tetap terjaga.
Program MBG di Kota Malang sendiri terus dipantau ketat oleh Satgas untuk memastikan setiap menu yang sampai ke siswa sekolah dasar memenuhi standar keamanan pangan dan regulasi harga yang telah ditetapkan.
