Pintasan.co, Malang – Kawasan Pasar Kebalen di Jalan Zaenal Zakse, Kota Malang, mendadak sterilkan. Petugas gabungan melakukan penertiban besar-besaran terhadap praktik jual beli yang memakan badan jalan hari ini. Adanya sistem drive thru juga menjadi Penyebabnya kemacetan di wilayah tersebut.
Menurut pantauan di lokasi pada Rabu (6/5/2026), petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub), Diskopindag, hingga Satpol PP Kota Malang tampak berjaga sejak Subuh. Langkah ini diambil karena aktivitas jual beli yang meluber hingga ke tengah jalan dinilai sudah sangat mengganggu arus lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menegaskan bahwa penertiban pasar ini tujuannya untuk mengembalikan fungsi jalan yang selama ini disalahgunakan.
Menurut Widjaja, jalan raya harus steril dari aktivitas dagang demi kenyamanan pengguna kendaraan.
“Jalan ini fungsinya untuk kepentingan lalu lintas. Jangan sampai digunakan selain itu. Saatnya sekarang kita fungsikan sebagaimana mestinya,” tegas Widjaja, Rabu (6/5/2026).
Padahal Pemerintah Kota Malang sudah memasang banner pengumuman berukuran besar di lokasi. Aturan tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa jam operasional pedagang di sepanjang Jalan Zaenal Zakse hanya diperbolehkan mulai pukul 24.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.
Tetapi, pada praktiknya, banyak pedagang yang nekat bertahan hingga siang hari. Widjaja mengungkapkan bahwa masalah di Pasar Kebalen ini merupakan persoalan klasik yang sudah terjadi sejak akhir era 1980-an.
Meski sudah berkali-kali dilakukan penataan, pelanggaran terus terjadi karena rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat. Kali ini, pihak Dishub dan Diskopindag berjanji akan melakukan pengawasan yang lebih masif.
Yang menjadi sorotan tajam dalam perdagangan di pasar Kebalen ini adalah kebiasaan pembeli yang melakukan transaksi secara drive thru atau berbelanja tanpa turun dari kendaraan. Hal inilah yang memicu antrean kendaraan panjang, terutama saat volume kendaraan meningkat di sore hari.
“Drive thru ini sangat berdampak. Bahkan sore hari sudah mulai, mobil berhenti untuk transaksi. Ini perilaku yang perlu diperbaiki,” tambah Widjaja.
Hingga pukul 12.00 WIB siang tadi, kondisi Jalan Zaenal Zakse terpantau jauh lebih lenggang dibandingkan hari-hari biasanya.
Lapak-lapak yang biasanya menutup sebagian ruas jalan kini sudah bersih. Widjaja pun meminta kerja sama dari semua pihak, baik pedagang maupun pembeli, agar aturan batas waktu operasional dipatuhi secara konsisten.
“Pedagang maupun pembeli harus taat. Kalau sudah lewat pukul 6 pagi, tidak ada lagi aktivitas jual beli di jalan. Ini butuh kerja sama semua pihak. Kalau semua taat, lalu lintas akan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.
