Pintasan.co, Luwu Timur – Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Desa Burau Pantai, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Ahad (8/3/2026) menjelang waktu berbuka puasa. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap hingga dinding.

Kejadian itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Angin kencang yang datang disertai hujan deras menerjang permukiman warga hanya dalam hitungan menit, namun dampaknya cukup signifikan bagi masyarakat setempat.

Mendengar adanya bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui beberapa dinas terkait seperti Dinas Sosial P3A, BPBD, Damkar, serta Satpol PP langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal dan pendataan terhadap warga yang terdampak.

Tim gabungan yang turun ke lapangan juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan guna memastikan kondisi para korban serta kebutuhan mendesak yang diperlukan.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Luwu Timur hingga pukul 23.20 WITA, tercatat sebanyak 15 rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung tersebut. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari atap rumah yang terangkat hingga bagian dinding yang roboh.

Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan kabel listrik milik PLN di wilayah tersebut terputus. Kondisi ini sempat membuat sebagian wilayah Desa Burau Pantai mengalami pemadaman listrik sementara waktu.

Kepala Dinas Sosial P3A Luwu Timur, Masdin yang memimpin langsung tim di lapangan menyampaikan bahwa pihaknya turun ke lokasi atas perintah langsung dari Bupati Luwu Timur untuk memastikan kondisi warga sekaligus melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

“Berdasarkan perintah langsung dari bapak Bupati, kami turun langsung meninjau lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD, Satpol PP, Damkar serta pemerintah desa setempat. Kami juga melakukan assessment dan untuk sementara tercatat 15 rumah warga yang terdampak berdasarkan laporan dari BPBD,” ujar Masdin.

Ia menambahkan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Meski demikian, beberapa warga mengalami kerugian material akibat kerusakan rumah yang mereka tempati.

Baca Juga :  Menpora Dito Ariotedjo Minta Maaf atas Kekurangan dalam Pelaksanaan PON XXI, Siap Lakukan Evaluasi Mendalam

Pemerintah daerah, lanjut Masdin, telah menyiapkan sejumlah bantuan darurat bagi warga terdampak yang rencananya akan mulai disalurkan pada Senin pagi.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Insha Allah besok pagi kami akan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak. Berdasarkan hasil pendataan sementara, kebutuhan mendesak warga saat ini adalah terpal, selimut, serta makanan,” ungkapnya.

Masdin juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini.

Ia berharap masyarakat selalu berhati-hati serta segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila terjadi kondisi darurat agar dapat segera ditangani.