Pintasan.co – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tetap terjangkau bagi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Dalam keterangannya, Gibran menyampaikan bahwa meskipun terdapat usulan untuk menaikkan harga BBM, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan arahan Prabowo Subianto. Presiden, kata Gibran, telah memberikan instruksi tegas agar harga BBM subsidi tetap dijaga demi melindungi daya beli masyarakat.
“Pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM,” ujar Gibran.
Ia menjelaskan, kenaikan harga BBM berpotensi memicu dampak lanjutan seperti naiknya harga bahan pokok dan biaya transportasi. Oleh karena itu, pemerintah memilih menjaga stabilitas harga sebagai langkah strategis dalam menjaga kondisi ekonomi masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong percepatan transisi menuju energi terbarukan, termasuk penggunaan kendaraan listrik. Hal ini ditunjukkan melalui berbagai langkah konkret, salah satunya peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang oleh Presiden Prabowo.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun ini. Kebijakan tersebut didasarkan pada asumsi harga minyak dunia berada di kisaran 100 dolar AS per barel.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas ekonomi tetap terjaga sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa tekanan tambahan dari lonjakan harga energi.
