Pintasan.co, Maros – Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran XXXIV Sulawesi Selatan 2026 tidak hanya terasa di panggung utama, tetapi juga merambah ke area pameran yang dipadati pengunjung. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah stand UMKM milik Kabupaten Luwu Timur yang menjadi primadona pada Selasa (14/4/2026).
Berlokasi strategis di Alun-Alun Bank Sulselbar, stand yang mengusung tagline “UMKM Berdaya, Luwu Timur Juara” ini menampilkan berbagai produk unggulan khas daerah. Sejak pagi hingga sore hari, arus pengunjung terlihat tidak pernah sepi, terus berdatangan untuk melihat sekaligus membeli produk yang ditawarkan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pengunjung tampak antusias mencicipi beragam olahan pangan khas “Bumi Batara Guru”. Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari camilan seperti keripik dan aneka snack lokal yang tertata rapi, hingga produk unggulan yang menonjolkan kekayaan sumber daya alam Luwu Timur.
Tidak hanya menghadirkan produk fisik, stand ini juga menampilkan inovasi layanan dengan mempromosikan program daerah seperti “3 Kartu Lutim Sakti” melalui media visual yang informatif. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan gambaran menyeluruh tentang program unggulan daerah kepada masyarakat luas.
Pameran ini merupakan bagian penting dari rangkaian MTQ Sulsel 2026 yang diikuti oleh 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Kehadiran stand Luwu Timur diharapkan menjadi sarana promosi efektif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperluas jaringan pasar hingga tingkat provinsi.
Salah seorang pengunjung asal Makassar, Ardiansyah, mengaku terkesan dengan konsep dan penataan stand tersebut. Ia menilai produk yang ditampilkan memiliki kualitas kemasan yang baik dan layak dijadikan oleh-oleh khas daerah.
“Standnya menarik dan informatif. Produk-produknya juga punya kemasan yang bagus, sangat layak jadi oleh-oleh,” ujarnya.
Kehadiran stand UMKM ini menunjukkan bahwa semangat religiusitas dalam MTQ mampu berjalan beriringan dengan geliat ekonomi kerakyatan, menjadikan Luwu Timur tidak hanya unggul dalam syiar Islam, tetapi juga tangguh dalam pengembangan ekonomi lokal.
