Pintasan.co, Malili – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo-SP) Kabupaten Luwu Timur terus mematangkan integrasi layanan darurat melalui pengembangan Call Center 112. Langkah ini ditandai dengan kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Media Center, Rabu (15/4/2026).

Program integrasi ini bertujuan menyatukan berbagai layanan darurat yang selama ini tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait ke dalam satu sistem terpadu melalui nomor tunggal panggilan darurat (NTPD) 112.

Adapun layanan yang akan diintegrasikan meliputi berbagai sektor penting, seperti layanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian melalui Polres dengan nomor 110, Public Safety Center (PSC) 119, Basarnas, hingga layanan dari PLN, PDAM, dan PT Vale Indonesia.

Kepala Dinas Kominfo-SP Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, menegaskan bahwa integrasi ini membutuhkan kesepakatan teknis yang matang, baik di internal pemerintah maupun lintas sektor.

“Sebagai layanan darurat baru, kita perlu kesepakatan bersama terkait jadwal sif petugas serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas bagi setiap tim pelaksana,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan, keberhasilan layanan ini sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya petugas penerima panggilan atau call taker. Menurutnya, peran mereka tidak hanya sebatas menerima dan meneruskan laporan, tetapi juga melakukan analisis, pengelolaan, hingga pencatatan setiap aduan yang masuk ke dalam sistem.

Sementara itu, Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo-SP, Salman, menjelaskan bahwa layanan Call Center 112 dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam kondisi darurat tanpa dikenakan biaya pulsa.

“Dengan layanan ini, masyarakat bisa dengan cepat mengakses bantuan hanya melalui satu nomor, tanpa harus mengingat banyak nomor darurat,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari pihak kepolisian. Kabag Ops Polres Luwu Timur, Kompol H. Andi Yusuf, menilai bahwa sentralisasi layanan melalui satu pintu akan mempercepat respons petugas di lapangan.

“Jika pelaporan terpusat, maka koordinasi akan lebih cepat dan penanganan di lapangan bisa lebih efektif,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan OPD terkait, Ketua PSC 119 Luwu Timur, unsur PMI, PLN, PDAM, PT Vale Indonesia, serta para petugas call taker 112. Melalui integrasi ini, diharapkan pelayanan darurat di Luwu Timur semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik.

Baca Juga :  Bupati Luwu Timur Dukung Gerakan Gemar Makan Telur untuk Cegah Stunting