Pintasan.co – Badan Gizi Nasional (BGN) terus mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah Papua.

Fokus utama yang kini diperkuat adalah tata kelola keamanan pangan serta perlindungan tenaga kerja yang terlibat dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Upaya tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang membahas percepatan sertifikasi standar keamanan pangan dan peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja SPPG di Papua, yang berlangsung di Jayapura pada Kamis (30/4).

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III BGN, Ranto, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan kualitas layanan sekaligus perlindungan tenaga kerja terus ditingkatkan.

“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memperkuat tata kelola keamanan pangan, serta mendorong setiap tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Selain itu, BGN juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh mitra dalam memberikan jaminan sosial kepada para pekerja, termasuk relawan yang berperan dalam operasional program MBG.

Di sisi lain, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jayapura, Jimmy, menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga kualitas layanan. Ia menyebutkan bahwa saat ini sebagian besar SPPG di Papua telah memenuhi standar kelayakan higiene dan sanitasi.

Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator kuat adanya kesadaran kolektif untuk menghadirkan layanan pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.

“Ke depan, kami berharap seluruh SPPG di Papua dapat segera melengkapi sertifikasi yang masih berproses agar kualitas layanan MBG lebih optimal,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan program MBG tidak hanya berjalan secara masif, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan dan keselamatan kerja yang optimal di seluruh wilayah Papua.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis 2026 Mulai 8 Januari, BGN Siapkan Masa Persiapan Lima Hari