Pintasan.co, Jakarta – Direktur Eksekutif Ekologika Berdaya, Robi Prastio, SE, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai tanggung jawab bersama demi keberlangsungan generasi masa depan.
Menurut Robi, alam bukan sekadar sumber daya yang dapat dimanfaatkan tanpa batas, melainkan titipan yang harus dijaga dan diwariskan dalam kondisi baik kepada generasi berikutnya.
“Alam bukanlah warisan yang kita terima dari leluhur, melainkan titipan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang. Tanggung jawab menjaga hutan, sungai, tanah, dan lingkungan hidup bukan sekadar pilihan, tetapi kewajiban bersama demi keberlanjutan kehidupan,” ujar Robi Prastio dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Ia menilai kerusakan lingkungan yang terus terjadi di berbagai daerah, mulai dari deforestasi, pencemaran sungai, hingga krisis sampah dan perubahan iklim, harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
Menurutnya, pembangunan ekonomi dan investasi tidak boleh mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan. Sebab, dampak kerusakan alam pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama generasi muda di masa depan.
Robi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat sipil dalam menjaga ekosistem lingkungan hidup.
Ia menyebut edukasi lingkungan dan kesadaran kolektif menjadi langkah penting untuk membangun budaya peduli alam sejak dini.
“Pelestarian lingkungan tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. Semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keseimbangan alam,” katanya.
Ekologika Berdaya sendiri merupakan organisasi yang aktif mendorong isu-isu lingkungan hidup, edukasi ekologi, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Robi berharap kesadaran menjaga lingkungan tidak berhenti sebatas slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan, mengurangi eksploitasi alam berlebihan, hingga mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutan.
“Jika alam rusak, maka yang paling merasakan dampaknya adalah manusia sendiri. Karena itu, menjaga lingkungan sejatinya adalah menjaga masa depan kehidupan,” tutupnya.
