Pintasan.co, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menyampaikan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 usai mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Hal itu disampaikan Herman saat membuka diskusi bertajuk “Dampak Ekonomi-Politik Global Pasca 3 Bulan Perang Iran vs AS-Israel: Langkah Mitigasi Apa yang Perlu Indonesia Lakukan?” di Kantor DPP Partai Demokrat, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
“Kalau kemarin mengikuti apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, kita bisa menangkap bahwa secara psikologis, kita ada optimisme bahwa 2027 ini akan ada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa,” ujar Herman.
Menurut Herman, pemerintah telah menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro dalam rancangan APBN 2027, termasuk target pendapatan negara di kisaran 11,82 persen hingga 12,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sementara itu, belanja negara diperkirakan berada pada rentang 13,62 persen hingga 14,8 persen dari PDB dengan defisit anggaran tetap dijaga pada kisaran aman 1,8 persen hingga 2,4 persen.
Herman menilai proyeksi tersebut menjadi penting untuk diuji terhadap kondisi ekonomi global yang hingga kini masih diliputi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi internasional.
“Ini yang menurut saya penting juga, apakah angka asumsi yang ditetapkan pemerintah ini akan tercapai atau tidak dengan situasi ekonomi global yang belum ada kepastian,” katanya.
Selain itu, Herman mengungkapkan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.
Ia menyebut angka pertumbuhan 6,5 persen pernah dicapai Indonesia pada era pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
“Kalau pertumbuhan 6,5 persen itu kondisinya seperti era pemerintahan Presiden SBY. Rata-rata 6,5 persen itu rakyatnya sejahtera, pendapatannya cukup, sekolahnya lancar, kemudian pertahanan keamanan stabil,” ungkap Herman.
Dalam kesempatan tersebut, Herman juga menyinggung kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini, termasuk meningkatnya kasus kriminalitas yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia mengaku kerap menemukan berbagai video aksi kejahatan jalanan saat membuka media sosial TikTok.
“Ciri-ciri negara yang sedang dalam situasi ekonominya kurang baik, salah satunya tingkat kejahatannya juga meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herman menyebut pemerintah menargetkan inflasi 2027 berada di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Sementara nilai tukar rupiah diperkirakan berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
Adapun harga minyak dunia diasumsikan berada di kisaran 70 hingga 90 dolar AS per barel.
“Pemerintah mencoba mendekatkan nilai tukar rupiah dengan situasi dan kondisi saat ini,” katanya.
Meski demikian, Herman menegaskan Partai Demokrat tetap mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Bagaimanapun, Demokrat mendukung sepenuhnya pemerintahan Presiden Bapak Prabowo Subianto,” pungkasnya.
