Pintasan.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Turki atas dukungannya dalam memfasilitasi pemulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza, Palestina.

Ucapan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, di Jakarta pada Rabu (3/6/2026).

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengatakan Presiden Prabowo secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, beserta pemerintahannya atas bantuan yang diberikan kepada para relawan Indonesia.

“Dalam pertemuan dengan Menlu Fidan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan dan pemerintah Turki atas dukungan tak ternilai dalam memfasilitasi kepulangan sembilan WNI yang menjadi bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0,” ujar Sugiono.

Sembilan WNI tersebut sebelumnya berada dalam armada kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menembus blokade Israel. Dalam perjalanan di perairan internasional, mereka ditangkap oleh pasukan Israel bersama sejumlah aktivis dari berbagai negara lainnya.

Setelah melalui proses diplomatik dan koordinasi lintas negara, kesembilan WNI tersebut akhirnya dibebaskan dan kembali ke Indonesia pada 24 Mei 2026.

Mereka terdiri atas Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV, Rahendro Herubowo, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Selain itu, dua WNI lainnya, yakni Chiki Fawzi dan Maimon Herawati, turut kembali ke Indonesia setelah berada di Turki untuk membantu proses pendampingan dan pemulangan para relawan.

Baca Juga :  Prabowo Kukuhkan Kepala Daerah Papua Pegunungan dan Bangka Belitung Masa Jabatan 2025–2030

Dalam sejumlah kesaksian yang disampaikan para relawan setelah kembali ke Tanah Air, mereka mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi selama berada dalam tahanan. Berbagai bentuk kekerasan disebut terjadi selama masa penahanan sebelum akhirnya mereka dibebaskan.

Selain membahas isu pemulangan relawan Indonesia, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Menlu Turki juga membicarakan perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk dinamika yang melibatkan Iran dan Palestina.

Menurut Sugiono, Indonesia dan Turki memiliki pandangan yang sejalan mengenai pentingnya mendorong penyelesaian konflik secara damai dan mengedepankan upaya diplomasi.

“Sebagai sesama negara Global South, Indonesia dan Turki sepakat memperkuat koordinasi dalam mempromosikan de-eskalasi dan resolusi damai dalam konflik-konflik di kawasan sambil terus mengadvokasi keadilan bagi bangsa Palestina,” kata Sugiono.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk terus mempererat kerja sama strategis, baik dalam isu kemanusiaan maupun dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.