Pintasan.co, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, resmi mengundurkan diri dari partai tersebut pada Jumat (26/6/2026). Keputusan itu turut diikuti oleh Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), organisasi yang dipimpinnya, yang mengklaim memiliki sekitar 1,3 juta anggota di seluruh Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat, Ferri mengatakan pengunduran diri tersebut dilakukan setelah melalui proses evaluasi dan pertimbangan yang panjang terkait dinamika internal partai.
“Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar,” kata Ferri.
Ferri menjelaskan bahwa ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin Andi Gani Nena Wea. Organisasi tersebut juga tercatat sebagai salah satu dari 11 organisasi inisiator yang mendirikan Partai Buruh pada Kongres I tahun 2021.
Menurut Ferri, keputusan untuk keluar dari Partai Buruh berlaku bagi seluruh anggota ORI yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat mengundurkan diri,” ujarnya.
Meski demikian, Ferri menegaskan langkah tersebut dilakukan secara baik-baik dan tidak menghilangkan hubungan persaudaraan yang telah terjalin selama ini dengan jajaran Partai Buruh.
Ia juga menginstruksikan seluruh kader ORI dan KSPSI yang saat ini menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, mulai dari tingkat pusat hingga kecamatan, untuk segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif.
“Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi,” katanya.
Ferri menyebut pengurus yang mengikuti langkah tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Ia mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti rumah tangga yang menghadapi persoalan berkepanjangan. Berbagai upaya penyelesaian secara internal, kata dia, telah dilakukan, namun tidak menghasilkan titik temu.
“Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini,” ujar Ferri.
Terkait dampak pengunduran diri tersebut terhadap kekuatan Partai Buruh, Ferri mengklaim ORI bersama KSPSI merupakan salah satu elemen terbesar yang ikut membidani lahirnya partai tersebut.
“Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya,” katanya.
Ferri juga mengungkapkan bahwa Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, telah mengetahui rencana pengunduran dirinya sejak Kamis (25/6) malam.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Said Iqbal maupun Dewan Pimpinan Pusat Partai Buruh terkait pengunduran diri Ferri Nuzarli dan ORI dari partai tersebut.
Keputusan tersebut menjadi salah satu dinamika internal terbesar yang dihadapi Partai Buruh sejak partai itu kembali aktif dalam kontestasi politik nasional menjelang Pemilu 2029.
