Pintasan.co – Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kolaborasi internasional dalam menjaga kelestarian hutan dunia pada Sidang ke-21 Forum Kehutanan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa perlindungan hutan membutuhkan solidaritas global yang lebih kuat di tengah tantangan perubahan iklim dan situasi geopolitik dunia yang semakin kompleks.
“Kita membutuhkan solidaritas yang semakin kuat serta aksi kolektif yang nyata untuk memastikan keberlangsungan hutan bagi generasi mendatang,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangannya, Kamis.
Menurutnya, dinamika geopolitik global tidak boleh mengalihkan fokus negara-negara dunia terhadap ancaman krisis iklim yang semakin nyata. Ia menilai para pegiat kehutanan dan negara anggota PBB harus tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan hutan sebagai paru-paru dunia.
Raja Antoni juga menyoroti pentingnya pendekatan global yang lebih solid dalam menghadapi tantangan lingkungan yang terus berkembang. Ia menilai perlindungan hutan tidak dapat dilakukan secara terpisah atau berdasarkan kepentingan masing-masing negara saja.
“Melindungi hutan dunia di tengah lanskap geopolitik yang kompleks saat ini memerlukan pembaruan semangat multilateralisme,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia mengajak komunitas internasional untuk memandang hutan sebagai aset bersama yang melampaui batas administratif dan politik antarnegara. Penguatan kemitraan internasional dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan dukungan pendanaan dan investasi bagi pengelolaan hutan berkelanjutan.
Menhut menambahkan bahwa komitmen menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian alam harus tetap menjadi prioritas bersama seluruh negara di dunia demi menciptakan masa depan bumi yang lebih hijau dan inklusif.
“Pesan penutup ini menjadi pengingat penting bagi seluruh negara anggota PBB bahwa di tengah segala perbedaan yang ada, komitmen terhadap kelestarian alam dan perlindungan keanekaragaman hayati harus tetap menjadi prioritas bersama demi masa depan bumi yang lebih hijau dan inklusif,” kata dia.
