Pintasan.co, Jakarta – Polda Metro Jaya secara tegas mengimbau seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk tidak melakukan aksi penertiban sepihak atau sweeping terhadap rumah makan yang tetap beroperasi pada siang hari selama bulan Ramadan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budhi Hermanto, menekankan bahwa menjaga kekhusyukan ibadah puasa harus dibarengi dengan semangat toleransi terhadap warga yang tidak berpuasa.
Senada dengan pihak kepolisian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyatakan tanggung jawabnya dalam menjamin situasi Ibu Kota tetap kondusif, seraya menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi aksi main hakim sendiri yang dapat mencederai kerukunan antar umat beragama.
“Dihimbau untuk ormas tidak melaksanakan sweeping (penertiban/razia ilegal), di umah makan, karena memang ada juga saudara-saudara kita yang tidak melaksanakan ibadah puasa,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (119/2/2026).
Budhi juga menjelaskan dengan tidak melakukan hal itu maka akan meningkatkan dan membangun rasa toleransi antarumat beragama.
“Kami hanya memberikan himbauan. Artinya, untuk kita lebih bijak untuk tidak melaksanakannya,” ucapnya.
Dia juga menambahkan kepada masyarakat untuk melaporkan apabila melihat adanya tempat hiburan malam yang melebihi atau mendahului jam buka operasional.
“Ada layanan 110 apabila melihat mungkin adanya tempat hiburan yang melebihi jam buka ataupun mendahului yang harusnya buka setelah tarawih dimulai jam 21.00 WIB, tapi buka lebih sore,” kata Budhi.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI secara tegas melarang organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk merazia rumah makan selama Ramadhan tahun ini guna menjaga ketertiban dan kerukunan di Ibu Kota.
“Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping kata Gubernur DKI Pramono Anung di Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Pramono menegaskan bahwa menyambut Ramadhan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan.
Ia mengatakan, sebagai kepala daerah dirinya bertanggung jawab menjaga situasi tetap kondusif, terutama karena Jakarta merupakan kota dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Menurut dia, momentum Ramadhan harus menjadi ajang memperkuat toleransi antarumat beragama, bukan justru memunculkan permasalahan sosial.
