Pintasan.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negaranya tidak membutuhkan bantuan negara lain dalam upaya membuka kembali jalur pelayaran internasional di Strait of Hormuz, yang menjadi salah satu rute perdagangan energi terpenting di dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Senin (16/3), di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada terganggunya aktivitas pelayaran di selat tersebut.

“Saya tak mendesak mereka, karena sikap saya adalah, kami tidak membutuhkan siapa pun. Kami adalah negara terkuat di dunia. Kami memiliki militer terkuat di dunia. Kami tidak butuh mereka,” kata Trump kepada wartawan, Senin (16/3).

Trump menjelaskan bahwa dalam beberapa kesempatan ia memang meminta dukungan dari negara lain, namun hal tersebut lebih untuk melihat respons mereka terhadap situasi yang berkembang.

“Beberapa sangat antusias, tetapi beberapa lainnya tidak,” ujarnya.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Tehran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menewaskan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, yang memicu eskalasi konflik lebih lanjut.

Situasi tersebut berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional dan menjadi rute utama pengiriman minyak mentah serta gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.

Gangguan terhadap lalu lintas di selat tersebut juga memengaruhi produksi dan ekspor energi dari kawasan tersebut, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Baca Juga :  Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia, Upaya Pembebasan Terus Dilakukan