Pintasan.co – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan perang terhadap aksi geng motor setelah seorang pelajar SMA Negeri 5 Bandung meninggal dunia yang diduga menjadi korban kekerasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (16/3). Ia mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut dan menyebut kematian pelajar itu sebagai tragedi yang tidak boleh terulang di Kota Bandung.
“Hati saya patah. Hati saya menangis menyaksikan seorang anak muda belum lagi usia 17 tahun wafat karena sebuah kekerasan,” ujar Farhan.
Farhan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah tersebut.
“Kita doakan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT dan kedua orang tua yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan dan ketakwaan,” katanya.
Menurut Farhan, peristiwa tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah kota dan aparat keamanan untuk bertindak lebih tegas terhadap keberadaan geng motor yang kerap meresahkan masyarakat.
“Hal ini harus jadi motivasi bagi kita untuk menyatakan perang terhadap geng motor. Tidak ada lagi toleransi bagi geng motor,” tegasnya.
Ia pun memerintahkan Sekretaris Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta dinas terkait untuk berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia guna meningkatkan pengamanan.
Dalam koordinasi tersebut, Farhan meminta pembentukan satuan patroli khusus yang bertugas menindak kelompok geng motor di wilayah Kota Bandung.
“Saya memberikan perintah agar segera membentuk tim satuan khusus patroli mobil dalam rangka memberantas geng motor,” ujarnya.
Ia juga menegaskan aparat harus segera membubarkan jika menemukan kelompok geng motor yang berkumpul di jalan. Menurutnya, tindakan tegas dan terukur perlu dilakukan demi menjaga keamanan masyarakat.
“Terlihat gerombolan di pinggir jalan bawa motor bubarkan. Terlihat di jalan mereka pawai bubarkan,” katanya.
