Pintasan.co, Jember – Bupati Jember Gus Fawait menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember. Dalam laporannya itu, Gus Fawait mengungkapkan bahwa angka kemiskinan dan pengangguran di Jember selama setahun terakhir ini menurun drastis.
“Upaya penanggulangan kemiskinan menunjukkan hasil nyata. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,67 persen, terendah dalam 10 tahun terakhir dan lebih baik dari rata-rata provinsi Jawa Timur,” kata Gus Fawait di DPRD Jember, Selasa (31/3/2026).
Sementara itu, Gus Fawait mengungkapkan tingkat pengganguran di Jember angkanya menunjukkan penurunan menjadi 3,07%. Hal ini menunjukkan semakin membaiknya kondisi pasar kerja dan meningkatnya penyerapan tenaga kerja di Jember.
Tidak hanya itu, Gus Fawait juga menyebutkan terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember meningkat menjadi 71,57.
“Hal itu didukung oleh peningkatan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Penanganan stunting juga menunjukkan progres signifikan dengan penurunan prevalensi menjadi 20,1 persen,” ungkapnya.
Terkait stabilitas ekonomi daerah, Gus Fawait mengungkapkan bahwa kondisinya tetap terjaga dengan inflasi sebesar 2,77%. Angka itu berada dalam rentang target nasional. Dari sisi tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Jember berhasil mencapai kategori A (memuaskan).
“Selain itu, efisiensi investasi daerah juga tercermin dari nilai ICOR sebesar 0,74, yang menunjukkan penggunaan modal yang sangat efisien,” tandasnya.
