Pintasan.coKementerian Sosial melalui program Sekolah Rakyat menegaskan tidak membuka mekanisme pendaftaran umum bagi calon siswa. Sebaliknya, pemerintah menggunakan pendekatan berbasis data untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa proses rekrutmen peserta didik dilakukan dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan metode ini, program diharapkan lebih tepat sasaran, khususnya bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

“Kami tidak membuka pendaftaran untuk Sekolah Rakyat. Jadi, yang ada adalah penjangkauan dengan basis DTSEN untuk keluarga paling tidak mampu,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.

Selain berbasis data, Kemensos juga aktif melakukan penjangkauan langsung di lapangan. Anak-anak yang masih dalam usia sekolah namun terpaksa bekerja atau beraktivitas di jalan menjadi prioritas untuk diarahkan kembali ke dunia pendidikan melalui program ini.

“Artinya, kami juga proaktif. Misalnya kami melihat anak-anak di jalan yang masih dalam usia sekolah tapi melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai dengan kebutuhannya, maka akan diasistensi dan dijangkau untuk bisa masuk ke Sekolah Rakyat,” katanya.

Sebelum anak mengikuti kegiatan belajar, pihak Kemensos terlebih dahulu berkoordinasi dengan orang tua. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian data serta mendapatkan persetujuan keluarga.

“Jadi sebelum anak-anaknya bisa mengikuti proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat, orang tuanya kami ajak diskusi. Jadi kalau datanya sama dengan fakta di lapangan dan orang tuanya setuju, maka akan kami berikan sosialisasi tentang berbagai hal yang terkait dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” katanya.

Lebih dari sekadar pendidikan, Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Program ini turut menyasar pemberdayaan orang tua melalui berbagai dukungan sosial dan ekonomi.

“Yang ingin kami sampaikan bahwa Sekolah Rakyat ini berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan, dimana orang tua mereka juga akan diberdayakan melalui berbagai program strategis seperti diberikan dukungan bantuan sosial, jaminan kesehatan, hingga keterlibatan dalam Koperasi Desa Merah Putih,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

Dengan pendekatan terpadu tersebut, pemerintah berharap tidak hanya anak yang mendapatkan masa depan lebih baik, tetapi juga keluarga mereka dapat mencapai kemandirian ekonomi.

“Kami harapkan dalam kurun waktu tertentu, setelah anak-anak tersebut lulus dari Sekolah Rakyat, orang tuanya juga bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

Baca Juga :  Berkaca dari Tewasnya Siswa SMPN 26 Bandung, Pemkot Tegaskan Perang terhadap Perundungan