Pintasan.co, JakartaRano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, menyampaikan duka mendalam atas insiden tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Ia pun memastikan telah mengerahkan dinas terkait guna membantu proses evakuasi di lokasi kejadian.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, teman-teman sekalian. Tadi semalam saya melihat di televisi kejadian di Bekasi, dan dari langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi. Insyaallah turun BPBD kita turun ke Bekasi, kemudian PMI kita juga turun ke Bekasi, bahkan juga sebagian teman-teman dari Damkar juga turun ke Bekasi,” ujar Rano Karno Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah melayat di kediaman rumah korban, Nuryati, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

Bahkan, Wakil Gubernur itu menyatakan bahwa empat korban meninggal dalam kecelakaan itu merupakan warga Jakarta. Salah satunya yaitu seorang guru yang tinggal di Cikarang. “Nah, artinya ini menjadi juga bagian tanggung jawab, karena berdasarkan informasi dari 14 korban, 4 orang itu warga Jakarta. Walaupun yang satu ada guru dia tinggal di Cikarang, saya nggak sempat datang ke rumah beliau tapi kepala dinas sedang menuju ke sana,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Rano menyebutkan bahwa Pramono menyetujui langkah Jakarta untuk membantu Bekasi dalam proses evakuasi kecelakaan tersebut.

“Tapi tentu saja saya juga berkirim kepada Pak Gub, Pak Gub juga setuju untuk Jakarta bisa membantu. Makanya dari semalam setelah saya melihat di televisi saya perintahkan Sekda, dan Sekda memerintahkan dinas terkait, dari tadi malam BPBD kita, PMI kita juga sudah ada di Bekasi sampai hari ini,” ujar Rano Karno Wakil Gubernur DKI Jakarta dilansir dari detikNews.

“Makanya kan ini kan ada stasiun yang tidak bisa dilalui makanya ya apa yang Jakarta bisa karena gini, terjadi kemacetan Bekasi juga Jakarta akan ada impact-nya. Ya makanya kita inilah yang dibilang aglomerasi, ini sebetulnya. Sistem transportasi, sistem apa pergerakan manusia itu kita, kita perhitungkan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Tragis di Makassar, Mobil Tabrak Motor dan Pejalan Kaki hingga Tewaskan Satu Orang

Informasi terkini menyebutkan bahwa korban tewas dalam kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur telah mencapai 14 orang, sementara 84 orang lainnya mengalami luka-luka.

“Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” ujar VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis, pada Selasa (28/4/2026).