Pintasan.co, Probolinggo – Kondisi terkini jemaah haji asal Probolinggo yang mengalami kecelakaan bus di Madinah, Arab Saudi, dilaporkan berangsur pulih. Saat ini, mayoritas jemaah sudah kembali ke penginapan masing-masing, meski dua orang masih di rumah sakit untuk proses administrasi.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, As’adul Anam memastikan, seluruh korban dalam kondisi baik.
“Kalau terkait dengan korban itu semua sudah pulih, sudah kembali. Hanya saja dua orang yang dikirim ke rumah sakit Arab Saudi itu harus melalui proses administrasi karena beda perawatan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi,” ujar Anam di Asrama Haji Surabaya, Sabtu (2/5/2026).
Anam menjelaskan, meski mayoritas sudah kembali ke penginapan masing – masing, tetapi ada dua orang jemaah belum bisa kembali karena masih menunggu penyelesaian administrasi medis di Arab Saudi.
“Jadi dua orang itu harus melalui administrasi sehingga mereka harus menunggu setelah proses administrasi ini selesai,” imbuhnya.
Sebelumnya, bus yang membawa rombongan jemaah haji asal Probolinggo dari Embarkasi Surabaya mengalami kecelakaan di Jabal Magnet, Madinah, Arab Saudi, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Insiden terjadi saat rombongan menjalani kegiatan ziarah yang diselenggarakan salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Probolinggo.
Anam mengungkapkan, terkait kecelakaan yang terjadi bermula ketika sebuah kendaraan tiba-tiba keluar dari sisi jalan sehingga sopir bus kehilangan kendali.
“Jadi mereka KBIH mengadakan kegiatan ziarah, kemudian ada kendaraan yang nyelonong mendadak keluar dari sisi jalan, maka busnya tidak bisa mengendalikan diri akhirnya tabrakan itu,” katanya.
Meski kondisi bagian depan bus dilaporkan ringsek, tetapi beruntung seluruh jemaah dipastikan selamat. Lima orang sempat mengalami luka ringan, dan dua di antaranya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Ada dua yang dibawa ke rumah sakit Arab Saudi dan itu juga sudah baik. Namun mereka belum bisa kembali karena harus tetap membuat report terkait dengan apa kondisi fisiknya. Artinya ada laporan lah seperti itu,” jelasnya.
