Pintasan.co, Surabaya – Keracunan massal terkait Menu Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini terjadi di ibu kota Jawa Timur. Sebanyak 200 Siswa dari 12 sekolah keracunan massal MBG usai menyantap menu daging yang diolah SPPG Kota Surabaya Bubutan Tembok Dukuh. Diduga Daging yang dimasak krengsengan itu menimbulkan gejala pusing, mual, hingga muntah usai disantap ratusan siswa.

Informasi yang dihimpun pintasan.co, menu MBG yang disantap siswa yakni nasi, sayur wortel dan buncis, tahu goreng, daging krengsengan, dan empat potong jeruk.

Pada menu MBG hari ini, yang menjadi keluhan dan penyebab keracunan adalah pada masakan daging. Daging dimasak dengan bumbu krengsengan. Nabila, salah satu siswa korban keracunan kelas 5 SDN Tembok Dukuh mengaku telah menghabiskan MBG. Setelah itu dia merasa pusing.

“Lauknya daging sapi, sayur, jeruk, nasi. Habis, tahunya saja nggak habis. Habis makan pusing, mules, perut sakit. Sama sekolah disuruh ke sini,” kata Nabila di Puskesmas Tembok Dukuh, Senin (11/5/2026).

Tidak hanya Nabila, Cicila yang merupakan siswa kelas 6 SDN Tembok Dukuh 3 juga mengatakan baru pertama mendapat menu daging yang dimasak dengan bumbu krengsengan, sayur wortel. Ia pun tertarik ingin mencoba, ternyata rasanya tak sesuai harapan dan berujung keracunan.

“Iya (pertama menu daging). Saya coba satu daging, rasanya itu sama, tapi nggak enak semua. Bumbunya itu nggak enak. Saya cuma nyicip dikit aja terus buang. Sebelumnya ayam, telur. Telurnya nggak enak, ayamnya biasanya masih ada darahnya belum bersih,” ceritanya.

Usai keracunan, Cicilia menjadi trauma makan MBG lagi. Ia memilih menyantap olahan makanan sang ibu dari pada MBG.

“Trauma. Saya lebih baik makan masakan mama, lebih enak. Dari pada makan MBG yang beracun,” katanya.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani menduga, ratusan siswa keracunan dari olahan daging. Karena selama diberi jatah MBG, hari ini pertama kalinya mendapat menu daging.

Baca Juga :  Fakta-Fakta Bentrokan Ormas PP dan GRIB Jaya di Jalan BKR Kota Bandung

Namun drg Tyas tidak bisa memastikan apakah daging tersebut menjadi penyebab ratusan siswa keracunan. Pihaknya juga telah meminta penjelasan dari pihak SPPG.

“Kalau dari pantauan kami dan dari laporan dari guru-guru itu, biasanya enggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin, ini masih mungkin ya, mungkin dari dagingnya, karena selama ini enggak pernah dikasih daging,” kata dr Tyas.

Sebelumnya, ratusan siswa dari belasan sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Pusing hingga mual dikeluhkan siswa hingga dilarikan ke Puskesmas dan RS. Sejumlah siswa dilarikan Puskesmas Tembok Dukuh. Namun, sebagian besar dievakuasi ke RS Ibu dan Anak IBI Jalan Dupak, Surabaya.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani membenarkan adanya keracunan massal MBG. Pihaknya hingga kini masih melakukan pendataan dan observasi terkait keracunan massal yang diduga kuat dari menu MBG dari sekolah.

Ada beberapa sekolah yang dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini banyak yang mengeluh. Hampir semuanya mengeluh. Jadi total itu bisa ada sekolah itu sekitar 12 sekolah lah, yang di dapur yang sama,” kata drg Tyas di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya, Senin (11/5/2026).

drg Tyas menambahkan, terkait ratusan siswa yang keracunan ditangani di dua fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Sedangkan dari data terkini, total sekitar 200 siswa dari 12 sekolah.

“Sejauh ini yang kita dapatkan datanya itu hampir 200 siswa, tapi yang. Hampir semua sudah kami tangani. Itu ada SD, ada TK, ada SMP. Jadi random,” ujarnya.