Pintasan.co – Pameran “Bandung Milestone” resmi digelar di Microlibrary Asia Afrika, kawasan Alun-Alun Timur Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Konferensi Asia Afrika 1955 yang kini memasuki usia ke-71 tahun.
Berbeda dari pameran sejarah pada umumnya, “Bandung Milestone” menghadirkan pendekatan inovatif dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengolahan arsip. Data dan gambar sejarah diolah secara digital, kemudian diverifikasi kembali oleh para ahli untuk memastikan keakuratan informasi yang ditampilkan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut pameran ini sebagai bentuk respons kreatif atas peluncuran buku dan pameran foto yang sebelumnya digelar di Hotel Homan.
“Di sini kita menampilkan berbagai macam arsip yang telah diolah datanya maupun gambarnya menggunakan AI, lalu kita konfirmasi kembali kepada para ahli,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan perjalanan panjang Bandung sebagai salah satu pusat penting dalam pergerakan kebangsaan Indonesia. Dari awal perjuangan hingga menjadi tuan rumah peristiwa internasional penting seperti Konferensi Asia Afrika 1955.
Pengunjung juga diajak memahami sejarah melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti asal-usul nama jalan yang diambil dari tokoh-tokoh nasional, di antaranya Abdul Muis, H. Juanda, Mochtar Kusumaatmadja, dan Otto Iskandar Dinata.
Tak hanya itu, berbagai peristiwa bersejarah juga diangkat, termasuk Bandung Lautan Api yang menjadi simbol perjuangan rakyat Bandung.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kaniasari, menyampaikan bahwa pameran ini terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya.
“Pameran berlangsung mulai hari ini hingga 6–11 Mei 2026, terbuka untuk umum dan gratis,” ujarnya.
Melalui pameran ini, Pemerintah Kota Bandung berharap generasi muda dapat memahami sejarah dengan cara yang lebih menarik dan relevan. Pendekatan visual berbasis teknologi diharapkan mampu menjembatani masa lalu dengan perkembangan zaman saat ini.
