Pintasan.co, Jakarta – Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, memperluas program sekolah gratis dengan menambah jumlah sekolah swasta. Sebanyak 63 sekolah baru bergabung, sehingga kini total 103 sekolah swasta di Jakarta memberikan pendidikan tanpa biaya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Apa yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta akan memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga yang tidak mampu,” ujar Pramono Anung dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Antara, Minggu, (26/4/2026).
Pemerintah Provinsi Jakarta mengalokasikan dana sebesar Rp253,6 miliar pada tahun ini guna mendukung keberhasilan program tersebut. Pramono juga menegaskan bahwa berbagai bantuan pendidikan seperti KJP, KJMU, serta program pemutihan ijazah tetap menjadi prioritas utama.
“Semua orang kaya ada di Jakarta, uang beredar hampir semuanya di Jakarta. Itu yang membuat gini ratio kita cenderung lebih tinggi dibanding daerah lain,” ucap Gubernur DKI Jakarta.
Walaupun terjadi pengurangan dana bagi hasil sebesar Rp15 triliun, Gubernur Jakarta tersebut tetap mempertahankan alokasi anggaran untuk bantalan sosial. Kebijakan tersebut diambil untuk mendukung tren positif penurunan ketimpangan yang tercermin dari rasio gini yang turun dari 0,441 ke angka 0,423.
Bahkan, Pramono berharap sinergi antara program pendidikan gratis dan bantuan sosial dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan ketimpangan ekonomi di Jakarta. Melalui pemerataan akses pendidikan, anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah diharapkan memiliki peluang yang setara untuk meningkatkan kesejahteraan di masa depan.
