Pintasan.co, Banyuwangi – Jasad bayi yang sudah meninggal dunia ditemukan di bendungan saluran irigasi di Banyuwangi. Diduga bayi yang dibuang itu diperkirakan bayi yang baru dilahirkan. Polisi memperkirakan usia bayi tersebut sekitar 2 hari saat ditemukan.
Jasad bayi tersebut kemudian dilakukan autopsi di RSUD Blambangan. Satreskrim Polresta Banyuwangi kini masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Blambangan untuk melengkapi penyelidikan dan mengungkap penyebab pasti kematian bayi tersebut.
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi mengatakan, berdasarkan identifikasi awal, bayi diduga dilahirkan tanpa bantuan tenaga medis dan langsung dibuang tak lama setelah dilahirkan.
“Sementara dilihat melalui kondisi mayat seperti diketemukan kemungkinan satu-dua hari dari kelahiran dan kemungkinan ini lahir langsung dibuang karena hasil pemeriksaan dokter tidak diketemukan habis dilakukan perawatan. Bersalinnya tidak dilakukan oleh ahli,” ungkap Kompol Lanang, Rabu (22/4/2026).
Lokasi pembuangan di sungai menjadi salah satu tantangan untuk bisa mengungkap siapa pelakunya. Meski demikian, pihak kepolisian akan memastikan untuk segera mengungkap identitas pelaku melalui sejumlah bukti yang telah berhasil dikumpulkan.
Dalam penyelidikannya, sejumlah saksi dimintai keterangan dan radius penelusuran dari lokasi yang diduga sebagai titik pembuangan pun telah diperhitungkan.
“Pembuangan bayi ini yang kedua kali di sungai dan kondisi air tengah deras sehingga menjadi kesulitan bagi kami,” katanya.
“Namun, kami dari Polresta Banyuwangi yakin akan mengungkap kasus ini tidak lama lagi,” tambah Lanang.
Untuk menambah data penyelidikan, Lanang menghimbau kepada seluruh masyarakat Banyuwangi turut membantu melakukan pemantauan jika di sekitarnya diketemukan warganya terindikasi hamil dan tiba-tiba tidak diketahui melahirkan, atau ada warga tidak dikenal bertingkah aneh yang mencurigakan, diminta untuk segera berkoordinasi dengan petugas kepolisian setempat.
“Kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak salah satunya adalah masyarakat yang melihat indikasi tetangganya hamil tapi gak ketahuan melahirkan dan ada orang asing yang mencurigakan untuk melaporkan kepada kami. Karena untuk mengungkap kejahatan itu perlu kolaborasi dengan masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga Dusun Krajan I, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di bendungan sungai setempat, Selasa (21/4). Jasad bayi ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Fendi sekitar pukul 16.39 WIB.
